Cucu Kegelapan
Melihat wajah si cowok bayi yang ikut terkesan, Venus rasa dia juga bukannya serba tahu tentang segala hal di Volta Juana ini (kenapa, oh, kenapa, Venus selalu teringat dengan marijuana?
Mereka berdiri di sebuah aula megah yang juga berlantai marmer hitam. Pada atapnya tampak pemandangan langit siang, menyembunyikan fakta bahwa hari sebenarnya sudah malam. Si cowok bayi bilang langit-langit itu dicat dengan zat yang bisa bersinar (lagi-lagi sebuah kesia-siaan informasi). Tidak ada indikasi adanya lampu di sana, tetapi ruangan tetap saja tampak terang. Mungkin tersembunyi.
“Carilah tempat duduk,” suara es Pak Rokuga menyentak Venus. “Dan jangan membuat onar.”
Hot Chapters