TETANGGA TAPI PANAS
Ia sudah bersiap untuk menyapa Ruby dengan kelembutan memabukkan, ingin memancing reaksi wanita itu, memastikan apakah Ruby mengingat ciuman panas mereka di dalam kabin mobil yang gelap.
"Pagi, Ruby. Bagaimana keadaan—"
Ucapan Dimas menggantung di udara. Senyum simpul di bibirnya perlahan membeku kaku.
Mata elang Dimas menangkap sesuatu yang tidak seharusnya ada di sana. Tepat di pangkal leher Ruby, sedikit menyembul dari balik kerah kemeja sutra persiknya yang sedikit longgar, terdapat sebuah tanda merah keunguan yang sangat kontras dengan kulit putih bersih wanita itu. Itu bukan ruam alergi. Sebagai pria dewasa yang sarat akan pengalaman gelap, Dimas tahu pasti apa bentuk itu. Itu adalah h
Hot Chapters