MENIKAH DENGAN GUS TAMPAN
ucapnya datar.
Sendy masuk, duduk santai di sofa, seolah rumah itu miliknya.
Zaina kembali duduk, menjaga jarak.
Sendy mengamati Zaina sekilas sebelum membuka percakapan. “Gimana kabarmu? Sudah agak baikan?” tanyanya, tersenyum lebar.
“Lumayan,” jawab Zaina singkat, tanpa basa-basi.
Sendy terkekeh kecil, pura-pura tak memperhatikan nada ketus itu. Ia mengeluarkan satu apel dari kantong buah dan meletakkannya di meja.