Suami Warisan
Narendra menjelaskan dengan nada tenang dan bijak.
Rengganis mengangguk-angguk, berusaha mencerna informasi yang baru saja didengarnya. “Jadi ibaratnya mereka itu seperti cermin, ya? Memantulkan apa yang ada dalam diri kita?”
Senyum Narendra merayap di wajahnya yang tampan, dia mengangguk, “Persis.”
“Jadi aku enggak perlu nutup mata ini lagi?” tanya Rengganis.
“Menurut saya tidak perlu. Mata batin yang terbuka akan memberikan manfaat bagi Nyai.”