Pertanyaan tentang kehalalan takoyaki sering muncul di komunitas makanan yang saya ikuti. Sebagai pecinta kuliner Jepang, saya pernah menggali detailnya: bahan utama takoyaki adalah tepung terigu, dashi (kaldu), dan tentu saja gurita (tako) yang jadi isian. Nah, poin kontroversinya ada dua - pertama, penggunaan mirin (anggur beras) dalam beberapa resep tradisional, dan kedua, proses penyembelihan gurita yang tidak mengikuti syariat Islam. Tapi sekarang banyak restoran Jepang halal yang mengganti mirin dengan vinegar atau gula, dan memastikan seafoodnya diproses secara halal. Jadi tergantung tempat dan bahan spesifik yang dipakai.
Di Osaka, saya pernah mencoba takoyaki halal yang dijual dekat Masjid Namba - rasanya tetap autentik! Kuncinya adalah komunikasi dengan penjual tentang bahan-bahan yang digunakan. Beberapa franchise modern bahkan sudah mencantumkan sertifikat halal jelas-jelas di kemasannya.