JERAT HASRAT TETANGGA TAMPAN
“Apa maksudmu?”
“Aku tahu kamu membelikanku sebuah mobil kan? Sales-nya menelepon ke rumah,” terangku.
“A-apa?” Pras membenarkan posisi duduknya.
“Kenapa kamu enggak bilang sih, Mas? Maksudku, aku belum butuh mobil baru. Lagian, mobil yang kupakai ini kan belum ada lima tahun. Terus, besok mobil itu bakalan datang ke rumah. Yah, bukannya aku enggak bersyukur. Aku senang sih. Tapi mobil itu mau ditaruh di mana, Mas? Garasi kita hanya cukup dua mobil. ”