Hasrat Sang Guru
Ia kemudian mengajakku untuk mengubah tujuanku sebelumnya menjadi apartemennya.
Apartemen Vidwan berada di lantai tiga. Kami menuju lantai tiga dengan menggunakan elevator. Setelah bunyi khas elevator yang menandakan bahwa kami telah berada di lantai yang sesuai, pintu perlahan terbuka. Aku sengaja menunggu Vidwan keluar lebih dulu. Namun, lagi-lagi dari sikapnya Vidwan seolah tidak ingin membiarkanku tertinggal di belakangnya. Dengan santainya, Vidwan melingkarkan tangannya ke pinggangku. Aku tidak bisa menolak lagi, terlebih rasa asing itu kembali muncul. Menghadirkan desiran di hatiku, yang anehnya tidak membuatku takut atau tidak nyaman. Kami berjalan menuju sayap kanan bangunan aparteme
Bab Populer