Jangan Baca Novel Ini!
Aku pasti akan mendapat banyak serangan fisik secara langsung, kalau berani muncul di lingkungan kampus lagi.
"Tapi pihak penerbit juga udah narik, semua naskah novelku dari aplikasi baca mereka. Aku udah nggak punya uang, buat bayar biaya makan sehari-hari lagi besok."
Tubuhku kembali merasa lemas, lalu aku menundukkan kepalaku untuk menatap lantai keramik yang kotor. Tiba-tiba, jari tangan kanan Argan menyentuh bagian bawah daguku dengan sentuhan pelan. Pria itu mengangkat wajahku ke atas, agar mataku kembali menatap lurus ke arah wajahnya.