Rasaku Ditelanjangi
AYURIkadang ku kuat setegar karangbuah hatiku penyemangatkugambar ibu aku lelahabang jarang pulang aku jarang dibelai
Aku menahan diri untuk tidak tersenyum terlalu lebar.
Jam kerja berjalan seperti biasa, tapi tidak ada yang benar-benar biasa sejak hati kita mulai saling membisik. Di antara deretan grafik dan revisi laporan, monitorku tiba-tiba berkedip—pesan masuk, bukan dari atasan atau HR, tapi dari Arga. Subjeknya formal, “Rapat jam 3”, tapi isinya lain:
“Kamu udah minum? Aku liat kamu belum ninggalin meja dari tadi.”