MARTA, cinta kedua
“Pernah, dulu. Orangnya jarang ke sini. Kan dia ada di luar kota. Katanya sih, pertama kali bikin desain dia masih sekolah.“
Aku mengangguk paham. Mataku seketika mencari logo gaun itu. Penasaran, apa karya orang lain juga di beri logo seperti karya Arka.
Secarik kain kecil kutemukan di sisi pinggang bagian dalam. Sangat tersembunyi. Mungkin sengaja, agar penggemar fanatik karya Arka tidak terlalu memperhatikannya.
Sebuah bordiran kecil membuatku tertarik. Di situ tertulis huruf A, diikuti sebuah gambar hati berwarna biru.
“'A'?“ gumamku pelan. Kenapa A? Apakah agar semakin tersamar?
“Itu inisial nama desainernya, Mbak,” jelas Ita.
“Oh, kebetulan mirip sama Arka, ya,” kekehku.
“Iya, mereka d
Hot Chapters