Hestia
Patra menertawakan sekaligus memuji Talia yang sangat protektif pada pernikahan keluarganya, tetapi bisa santai dengan hubungannya sendiri.
“Mungkin ini terdengar hopeless, kadang aku berharap kenapa aku cuma dilahirin sebagai aseksual? Kenapa nggak sekalian aromantis juga?” tanya Talia, tidak hanya ke Patra, tetapi juga pada dirinya sendiri. Batin Patra terenyuh mendengar suara mengambang Talia yang terdengar seolah perempuan di sebelahnya itu ingin melayang sebebas angin sore—yang menerpa wajah mereka. “Kayaknya, hidupku bakal lebih gampang kalau aku dilahirin tanpa harus takut, suatu saat aku bakal sendirian.”
Hot Chapters