Sang Abdi
Farhan menoleh sebisanya ke arah Arini yang di belakangnya, "Kamu gak keberatan pegangan di pinggangku? Jalannya menanjak."
"Siap, Pak." Nggak keberatan, malah dengan senang hati, batin Arini sambil tersenyum tipis di belakang Farhan.
Motor ATV yang mereka naiki sudah berjalan dan langsung menanjak mendaki jalan pintas menuju pos pertama di kaki bukit. Arini yang semula hanya memegang pinggang Farhan, kini telah memeluknya erat dari belakang. Medan yang dilalui cukup terjal hingga Arini takut terjatuh.