KADO UNTUK PERNIKAHAN SUAMIKU
Walau sebenarnya aku sedang tak baca novel itu, karena penulis tidak mencetaknya dalam bentuk buku, tapi hanya di sebuah platform.
"Uhuk, uhuk!" Mas Argam tersedak.
"Mas, Mas kenapa?" Tanyaku pura-pura tak paham.
Pasti tu buaya keselek ludah sendiri. Makanya jangan suka mangap, apa yang lewat di sambar. Aku terkekeh sendiri.
"Gapapa, Sayang. Mas mau minum dulu, udah ya Sayang, love you."
Tanpa menunggu jawabanku dia menutup panggilan itu sepihak.