JEJAK HASRAT
Namun, sebelum dia bisa melangkah lebih jauh, suara Arga terdengar dari kejauhan.
"Maafkan saya, Ami. Saya menghargai perhatianmu, tapi aku tidak bisa membiarkanmu masuk ke dalam kamar saya. Aku harap kamu mengerti," ujar Arga dengan suara lembut.
Ami terlihat kecewa, tapi dia mencoba menyembunyikan perasaannya di balik senyuman palsu. "Tentu saja, Arga. Aku mengerti. Terima kasih sudah menghiburiku malam ini."