Baby Daddy
Tian menggeleng.
“Asal Bapak tau, Pandora, perusahaan saya, itu berdiri sendiri. Nama keluarga saya tidak ada hubungannya dengan ini semua. Usaha saya murni hasil jerih payah sendiri, Pak Adi." Tian melepas kalimat itu dengan satu embusan napas, yakin.
Pak Adi meneliti wajah lelaki itu sejenak, sebelum akhirnya menghela napas.
"Yah ... baiklah. Kita lihat apa yang bisa saya bantu ya. By the way, terimakasih, ya … wagyu-nya enak. Sering-sering kamu ajak saya makan, ya, Bastian."
Bab Populer