Terjerat Takdir Tuan Saka
Nico akhirnya bicara, memperjelas.
Arga mengangguk. "Makanya sistemnya berlapis. Pagar, lorong, sampai ke dalam rumah. Kalau ada yang niat mendekat, sistem sudah tahu duluan."
Saka menghembuskan napas kasar. Tangannya naik ke pelipis, sejenak menekan, seolah menahan migrain yang datang bersamaan dengan amarah. "Dia pasti aman, kan??"