Gadis Tanpa Mata Batin
Ketika ia mencapai Ayat Kursi, suaranya menjadi lebih kuat, lebih penuh keyakinan.
"Allāhu lā ilāha illā huw(a), al-ḥayyul-qayyūm(u)"
Saat kata-kata itu keluar dari bibirnya, lampu kamar tiba-tiba padam. Kegelapan menyelimuti ruangan, tetapi Mina tetap membaca tanpa henti, tidak membiarkan apapun mengalihkan perhatian dan kekhusyukannya. Di sekelilingnya, mulai menunjukkan tanda-tanda perlawanan. Lampu yang padam, meninggalkan kegelapan yang hanya diterangi oleh sinar rembulan yang menembus tirai tipis jendela. Tirai itu berkibar liar, meskipun tidak ada angin.
Capítulos Populares