'Ana-Ya'Inu: Tatapan Nyai Dasimah
"Aa juga tidak tahu kenapa bisa begitu. Lebih baik sekarang Neng cepat mandi, sholat subuh, trus sarapan. Kita pergi lagi ke Bilik Ruqyah."
Imas mengernyitkan dahinya. Sekilas dia menengok ke arah jendela yang sudah diintip sinar matahari, lalu melihat jam. "Ya Allah ... tapi sekarang sudah jam setengah tujuh, A. Memang masih bisa subuhan?"
Galih tersenyum. "Bisa, Neng, kan baru bangun. Pas jam lima aa bangunin Neng, tapi Neng tidak bangun. Ayo, cepat, sana mandi."
Hot Chapters