Terpaksa Jadi Karakter Utama
Artin berpikir, jika dia bisa berbuat lebih banyak, jika dia bisa berpikir lebih banyak, jika dia bisa bertarung lebih keras dari ini, andai dia bisa lebih kuat dari sekarang.
Artin sangat membenci dirinya sendiri. Tidak banyak yang bisa dia lakukan, bahkan untuk menyelamatkan hidupnya sendiri dia tidak mampu.
Artin merasakan pedihnya beban yang dia pikul di dalam hati. Ingin berteriak sekeras yang dia bisa dan menangisi hidupnya yang menyedihkan. Namun, Artin lupa cara menangis.
‘Maaf Mama.’
'Siera, maafkan Kakak.’
Bab Populer