Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
My Actor

My Actor

"Tapi, maaf, ya, Mas, aku kayaknya nggak bisa. Aku nge-hadle satu orang aja keteteran. Aku masih kerja sendiri, bukan kerja tim." "Itu karena kamu belum mencobanya aja. Aku rasa ini kesempatan yang bagus untuk kamu melebarkan sayap. Kamu bisa pakai asisten atau mulai merekrut beberapa orang untuk jadi tim dan kamu juga bisa menambah jumlah artis untuk dihandle. Iya, kan?" "Aku belum berpikir sampai ke situ, sih, Mas. Aku mau fokus sama yang sudah ada aja dulu. Dan lagi pula---"
102.6K viewsOngoingAdded to Library 57 Times as arti my self
Read
+Library
Saat Cinta Menyapa Lagi

Saat Cinta Menyapa Lagi

Ia membuka penutup belakang kameranya, membiarkan memori-memori yang tersimpan di dalam dirinya terpancar keluar. "Aku tidak butuh cahaya matahari untuk memotret kebenaran," kata Arka. "Aku adalah cahayanya." Kilatan dari dalam diri Arka menerangi seluruh dimensi itu, memperlihatkan wujud asli The Editor: sebuah mesin raksasa yang terbuat dari ribuan server tua yang berkarat, yang terus-menerus mencoba menghapus data emosi manusia namun selalu gagal.
965 viewsOngoingAdded to Library 30 Times as arti my self
Read
+Library
Di Ambang Gila

Di Ambang Gila

Dia adalah pusat dari perhatian seseorang yang sangat intens, dan bagi seorang pria yang merasa tidak terlihat sepanjang hidupnya, itu seperti obat. Dia mulai membuat karya seni yang lebih personal, lebih terbuka. Seolah-olah dia melukis untuk audiensi tunggal. Sebuah kanvas besar yang dia beri judul "The Observer's Gaze" dipenuhi dengan mata-mata yang menyala-nyala, tersusun seperti sarang lebah, di tengahnya terdapat sebuah jantung yang terbuka dan berdarah yang diikat oleh benang-benang mikroskopis. Dia mempostingnya online, sebuah umpan untuk Elara. Dia tidak menunggu lama. Sebuah komentar dari akun anonim itu muncul: "Pembuluh vena nya terlalu simetris. Jantung manusia tidaklah sempurna
1.1K viewsCompletedAdded to Library 36 Times as arti my self
Read
+Library
Aku Milikmu, Tuan Arsya!

Aku Milikmu, Tuan Arsya!

“Mana orangnya? Mau aku pukul sekarang juga?” “Kamu orangnya!” balas Amira tajam. “Apa kamu mau mukul diri kamu sendiri?” Arsya menunjuk dadanya sendiri. “Aku? Apa salahku?” Amira mendengus. “Lain kali aku ke dokter sendiri.” Arsya langsung mengernyit. “Kenapa bisa begitu? Itu juga anakku. Kamu nggak boleh pergi sendirian ke mana pun.”
2.3K viewsCompletedAdded to Library 57 Times as arti my self
Read
+Library
ALTER MY FATE

ALTER MY FATE

Pantulan wajahnya membuatnya sangat terkejut. "Ah!" seru Havi terkejut, "Aku ..., kenapa aku jadi sangat tampan?!" ujarnya. "Dan kulit wajahku ..., lebih putih dan bersih!" Havi melanjutkan. Dia melihat ke tangan dan kakinya, lalu kembali berseru, "Aku ..., aku benar-benar kembali ke masa muda!" Havi kemudian menoleh ke arah kalender di sebelahnya, kalender yang dia buat sendiri dari kertas.
399 viewsOngoingAdded to Library 14 Times as arti my self
Read
+Library
Aku Kembali ke Masa Lalu dengan System Ciptaanku Sendiri

Aku Kembali ke Masa Lalu dengan System Ciptaanku Sendiri

Jantungku berdetak semakin cepat. Aku mulai membayangkan fondasi yang kuinginkan, bukan pedang, bukan sihir, bukan juga artefak. Melainkan sesuatu yang dapat tumbuh bersamaku. Sesuatu yang akan terus berkembang tanpa batas. Sebuah title. "True Player."
369 viewsOngoingAdded to Library 8 Times as arti my self
Read
+Library
Satu Miliar Untuk ART

Satu Miliar Untuk ART

jawab Perta. "Aku sekarang kan tenang, ada Zahrani yang menemani aku, aku cocok dengan art baru itu. Ternyata dia itu gadis yang sangat sederhana, Dan Dia mau menjadi seorang art di rumah kita, hanya demi mempertahankan hidupnya dengan ibu dia. Kamu sekarang bebas Mas mau pergi kapanpun juga dan kemanapun juga, dan jangan khawatir sekarang aku ada Zahrani yang menemani," ucap Belda panjang lebar.
104.2K viewsCompletedAdded to Library 103 Times as arti my self
Read
+Library
Mahar Rahasia Tukang Kebun

Mahar Rahasia Tukang Kebun

Arumi hanya menatap layar itu dengan datar lalu memasukkannya kembali ke dalam tas. Di sepanjang jalan tol yang mulai ramai, Arumi mencoba menata kembali pikirannya. Obrolan nyaman dengan Pak Darman tadi benar-benar menjadi obat baginya. Meskipun ia tidak mendapatkan penyatuan fisik yang ia gila-gilakan sejak di kota, ia mendapatkan sesuatu yang lebih berharga: rasa dihargai. Ia teringat kembali kata-kata Pak Darman tentang menjadi diri sendiri dan tidak membiarkan orang lain memadamkan cahayanya.
1.6K viewsOngoingAdded to Library 46 Times as arti my self
Read
+Library
Aku Bukan ART Keluargamu

Aku Bukan ART Keluargamu

ucap Narita dengan mata melotot. "Maaf, kalau saya harus protes pada Ibu. Saya ini manusia biasa, bukan robot. Selain sebagai ibu rumah tangga, juga bekerja. Jadi, badan ini juga ada kalanya minta haknya untuk beristirahat. Tidak diforsir setiap hari," lanjut Risa. "Huh, aku tidak mau tau! Sekarang cuci semua piring kotor itu!" perintah Narita tanpa mau mendengar protes dari Risa.
101.3K viewsOngoingAdded to Library 35 Times as arti my self
Read
+Library
CINTA PERTAMA SI GADIS ES

CINTA PERTAMA SI GADIS ES

bisik Ardi, suaranya pelan, jauh dari kesan berandal. Sasya mengangguk. "Ya." "Aku senang kau mau datang," kata Ardi, ia menoleh menatap Sasya. Ada kesungguhan di matanya. "Aku ingin kau melihat tempat ini. Tempat di mana aku bisa jadi diriku sendiri."
101.1K viewsOngoingAdded to Library 34 Times as arti my self
Read
+Library
PREV
1
...
456789
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status