TERBAKAR DENDAM KESUMAT
"Mas, ini gak bisa dibiarin! Ayo kita ke kota A. Aku gak terima diginiin, Mas. Aku harus kasih perhitungan sama Sasmitha dan mungkin juga mama, karena pasti mama mendukung apapun yang dilakukan oleh anak tirinya itu. Aku harus membalas mereka, Mas! Mereka sudah sangat keterlaluan!"
Arnita memang marah, wajahnya menunjukkan ekspresi marah yang begitu besar. Warnanya pun sudah merah padam. Namun, air mata juga mengalir mengiringi kemarahannya yang memuncak. Ia terlalu marah, terlalu sakit hati, hingga air mata mengalir deras tanpa bisa dicegah.
Dia sangat amat terluka akan apa yang sudah dilakukan oleh saudara tirinya itu. Mereka sungguh para manusia tak memiliki hati. Manusia serakah yang ing
Hot Chapters