Hidup Kembali di Zaman Kuno
Aina, yang dikenal paling rasional, menundukkan kepala, sementara Aini yang lembut tampak menahan tangis.
Aina: (Dengan suara bergetar) "Maafkan kami, Paduka. Kami tidak menyembunyikannya dari Paduka, kami hanya menghormati permintaan Andini."
Aini: "Dia sangat mencintai Paduka. Dia tahu Paduka memiliki beban yang begitu berat—membangun negeri, menghadapi musuh. Dia berkata, 'Aku tidak ingin bebani suamiku dengan penyakit yang sudah menjadi takdirku. Biarlah ia melihatku sebagai pendamping yang kuat, bukan sebagai beban yang sakit.'"
Hot Chapters