Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Ditikam Cinta

Ditikam Cinta

Ujar Bora “Ahhh Syukurlahm, Sekarang Ikanya Mana.” Ujar Aarav “Dia belum pulang paling sebentar lagi pulang. Ohhh ya bagaimana pertemuanmu dengan Temanmu apa menyenangkan?” Tanya Bora, Aarav terdiam saat Bora menanyakan soal pertemuannya dengan Bela. Dan saat itu Aarav langsung teringat dengan perkataan Bela, dimana Aarav jangan mudah percaya dengan orang yang baru ia kenal. Dan Saat itu Aarav terdiam dan raut wajahnya berubah. Bora yang melihat itu terheran, “Apa pertemuanmu tidak berjalan lancer?” Tanya Bora
105.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 108 kali sebagai arwah penasaran
Baca
+Pustaka
Roh Dewa Perang

Roh Dewa Perang

Dewa perang tersebut merasa ada yang mengintainya dari tadi. “Tapi kalau berbahaya pasti bulu halusku berdiri duluan. Berarti dia bukan orang yang harus dicurigai. Lebih baik aku berikan ini padanya siapa tahu nanti malam kami bisa tidur bersama, ha ha ha.” Ambisi Arsa untuk mengumpulkan tujuh pecahan arwah Dewi Hara memang tak bisa dibendung lagi.
1028.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 720 kali sebagai arwah penasaran
Baca
+Pustaka
Pria Cacat Itu, Suamiku

Pria Cacat Itu, Suamiku

Calia pun mulai makan, tapi dia mencuri pandang pada pemuda yang sedang menunduk itu. Dia tampan dan imut sebenarnya, tapi kenapa sikapnya sedikit aneh, dan, Ada hal yang menarik perhatian Calia, dia mengamati dengan serius wajah Arwan . ‘Kok, dia seperti pucat ya? Apa dia kelelahan menjaga ibunya?’ Calia merasa bersalah karena sudah marah-marah tadi.
1012.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 463 kali sebagai arwah penasaran
Baca
+Pustaka
Ditinggal Suami Dinikahi Bos

Ditinggal Suami Dinikahi Bos

Rasa penasaran jauh lebih besar. Mas Arhab tersenyum. Ia menatapku dalam tepat di kedua bola mata. Wajahnya selalu teduh seperti itu. "Aku ada urusan di sini. Kebetulan baru selesai. Mau balik lagi karena ada yang tertinggal." "Urusan apa? Kok bisa di perusahaan ini?" tanyaku masih belum puas. "Urusan desa. Biasa lah. Susah kalau dijelaskan. Kamu kerja di sini?" Segera aku menggeleng.
1016.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 500 kali sebagai arwah penasaran
Baca
+Pustaka
Bangkitnya Sampah Grade E

Bangkitnya Sampah Grade E

Rasa penasaran yang selama ini tersimpan tiba-tiba muncul kembali. Arman menyandarkan tubuhnya ke kursi, senyum tipis terukir di sudut bibirnya saat rasa penasaran yang samar berubah menjadi ketertarikan yang sulit diabaikan. Ia jadi ingin melihat bagaimana reaksi Raka ketika masa lalunya benar-benar muncul di depan mata. Apakah pemuda itu akan kembali menjadi pengejar yang kehilangan akal?
103.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 130 kali sebagai arwah penasaran
Baca
+Pustaka
Melahirkan Keturunan Untuk CEO

Melahirkan Keturunan Untuk CEO

celetuk Kinara membuat Aarav kembali digelar tawa. “Ya gpp. Penasaran juga sih gimana rasanya ….” Aarav malah tampak berpikir. Apa benar Aarav sepolos itu? Pikir Kinara tak habis pikir. Biasanya seorang pria walau belum pengalaman langsung sat sas set, lah ini? Malah sama. Berpikir dulu sebelum bertindak, mana main nyoba-nyoba lagi. Emang apaan nyoba-nyoba dulu? Kalau dah jebol gimana? Gak bisa main-main kan? Kinara terkekeh geli. Sepolos itu kah suaminya?
1049.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai arwah penasaran
Baca
+Pustaka
Terjerat Gairah Arjuna

Terjerat Gairah Arjuna

tawar Morgan pada Awan usai mendengar penuturan belia itu. Pria bersudut mata lancip itu terus saja mengulas senyum yang Juna yakini itu palsu. "Oh, nggak kok. Cuma pengen lihat-lihat aja buat objek foto, gue baru jalan-jalan di kota ini," kata Awan. Morgan pun ber-oh ria tanpa clue apa-apa. "Kalau gitu gue pamit dulu. Arin, makasih banyak, ya."
109.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 352 kali sebagai arwah penasaran
Baca
+Pustaka
Pemuas Hasrat Tuan Atasan

Pemuas Hasrat Tuan Atasan

Ketiganya nampak penasaran. *** Bersambung....
1097.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.6K kali sebagai arwah penasaran
Baca
+Pustaka
KIPAS MERAH PEMURNI ARWAH

KIPAS MERAH PEMURNI ARWAH

ucap temannya antusias. “Permainan memanggil arwah?” tanya Sora “Iya, kami penasaran, hehehe .…” Setelah temannya berkata seperti itu, telinga Sora seperti berdenging dan tidak dapat mendengar apa pun untuk sesaat. “Ukh .…” Sora mengernyit sambil memegang telinganya. “Eh? Sora kenapa?” tanya Rey.
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 78 kali sebagai arwah penasaran
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status