Mencintai Suami Adikku
“Assalamualaikum?“ sapaku begitu berhenti di depan pintu rumah mamak mertua.
Suasananya terlalu sunyi dan hening, bahkan semilir angin pun tidak terasa kali ini. Hanya sengatan panas dari matahari yang membumbung tinggi di langit, menandakan jika hari telah mencapai puncaknya hari ini.
Kuulangi sekali lagi, “Assalamualaikum, Mak?” Memang, ini rumah mamak mertua, tapi bukan berarti aku bisa seenaknya masuk ke sana. Namun, mengucap salam tanpa balasan begini pun, rasanya sangat tidak menyenangkan.
“Mak? Ini Zahrah,” akuku.