Friend with Benefit (Bahasa Indonesia)
“Ya, selain itu, kamu juga tidak bosan untuk melakukan video call dengan lelaki di negaramu itu, siapa kamu bilang, Yogie? Diakah lelaki yang sedang kamu pikirkan?”
“Hanya teman.”
“Teman apa?”
“Seks, mungkin.”
Megan tertawa lebar. “Jadi kamu masih melakukan kebiasan burukmu itu? Menjalin hubungan dengan pria hanya untuk mencari kepuasan saja?”
“Entahlah, aku tidak mengerti dengan apa yang ku rasakan saat ini.”
“Kamu hanya bingung Elena, kamu terlihat seperti seorang yang takut melangkah lebih jauh, kamu terlihat seperti seorang yang terpenjara dalam kenangan masalalu, siapa yang membuatmu seperti ini? Apa Aaron?”
Bab Populer