Tiba-Tiba Menjadi Istri CEO
Ia melangkah mendekat, lalu menepuk bahu Wildan sekilas—gestur yang tampak akrab, namun terasa menekan.
“Belum,” jawabnya singkat sambil tersenyum tipis. “Masih ada beberapa detail.”
Ia lalu menatap Anna. “Tenang saja. Ini murni soal kerja sama. Aku akan mengantarkan temanmu sampai tujuan.”
Kata teman itu terdengar netral, namun entah mengapa terasa berat di telinga Wildan.
Wildan menghela napas pelan. Ia tidak menyela lagi.