Suamiku Bukan Abang Ojol Biasa
“Iya, Mbak. Bohong. Orang tua saya itu dipanggil Emak sama Abah. Enggak ada panggilan Mommy-Daddy segala. Aduh, serius deh, Mbak. Maaf banget tadi saya cuma iseng, pengin tahu gimana rasanya berpura-pura jadi orang kaya sebentar. Tapi saya sadar kok, hidup saya ya seperti ini adanya, Mbak.”
Aku memandangnya lekat-lekat, mencoba mencari tanda-tanda apakah dia sedang berbohong lagi. Tapi tatapannya kali ini tulus, tanpa keraguan sedikit pun.
“Kamu yakin, Putra? Jangan sampai nanti kamu bikin pengakuan aneh lagi!” ucapku tegas, meski ada nada lega dalam suaraku.
Chapitres populaires