Filtres
Updating status
AllOngoingCompleted
Trier par
AllPopulairesRecommandationsNotesMis à jour
Nafkah Terakhir sebelum Ditalak

Nafkah Terakhir sebelum Ditalak

“Aku nggak percaya lagi sama kamu. Mestinya, aku gak memberimu kesempatan.” “Al. Sungguh, aku nggak ada perasaan apa-apa sama Helen. Kalau dia mendekatiku, itu karena dia terlalu percaya diri dan merasa dekat dengan ibu.” “Pembohong!” “Sungguh. Tolong jangan bicara seperti itu. Aku bicara jujur padamu.” “Sekalinya pembohong, akan tetap jadi pembohong.”
10100.3K VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 2.6K fois en tant que ayahku bukan pembohong
Read
+Librairie
PENGAKUAN ANAKKU

PENGAKUAN ANAKKU

" Tubuh ini meremang, nafas tersenggal dengan kepala yang terasa berdenyut-denyut. Kusandarkan tubuh yang begitu lemas, menyentak kepala secara kasar dengan tembok. Tidak! Tidak mungkin mereka mengkhianatiku. Tidak mungkin! Aku berusaha menghalau fikiran buruk, yang membuat kepala semakin berdenyut-denyut. Kepala terasa mau pecah memikirkan kegilaan ini. Tapi Dila ... anak sekecil itu tidak mungkin berbohong. Dila bicara begitu lugas, tak ada tekanan atau kebohongan sedikit pun. Lagi pula untuk apa Dila bicara bohong?
10145.5K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 3.1K fois en tant que ayahku bukan pembohong
Read
+Librairie
BUKAN SALAH IBU

BUKAN SALAH IBU

Yang kupegang adalah kata-kata Ibu, bahwa suatu saat, dia akan kembali. Hingga usiaku sembilan tahun, akhirnya aku mengerti bahwa Ibu hanya membohongiku. Aku berlari masuk ke dalam rumah setelah maghrib nyaris datang tapi sosok itu tak kunjung tiba. Sebelum Wak Rusni dan Nek Romlah datang dan mengulangi kalimat sama yang menyakitkan itu, aku menghambur ke hadapan Ibu. "Ibu bohong! Katanya suatu saat nanti Ayah akan pulang!"
1014.4K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 502 fois en tant que ayahku bukan pembohong
Read
+Librairie
MENIKAHI CEO AROGAN

MENIKAHI CEO AROGAN

"Aku tidak menghianatimu, Kev. Aku hanya tidak ingin kau terus hidup dalam kebohonganmu sendiri." "Kebohongan?!" Kevin mencengkeram lebih keras, wajahnya hanya sejengkal dari sahabatnya. "Yang kau sebut kebohongan adalah harga diriku! Sesuatu yang berusaha kututupi agar tidak ada yang memandangku dengan iba! Kau pikir aku butuh belas kasihan itu?!"
102.2K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 84 fois en tant que ayahku bukan pembohong
Read
+Librairie
Pembohong yang Sempurna

Pembohong yang Sempurna

Tiba-tiba Parta merindukan sosok ibunya. “Untuk apa berbohong? Semua pasti akan terungkap juga. Papa tidak setuju jika kebohongan bisa mengatasi permasalahan.” “Waktu habis.” Seorang petugas memberi penegasan di tengah keheningan singkat yang diciptakan ayah dan anak itu. “Kamu pasti senang mendengar itu,” kata Panji saat melihat senyum jahil di wajah anaknya.
1010.3K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 401 fois en tant que ayahku bukan pembohong
Read
+Librairie
Suamiku Miskin Tapi Bohong

Suamiku Miskin Tapi Bohong

jawabnya dengan santai. "Puitis banget deh Abang, ya sudah Ayu percaya sama Abang, mungkin Abang belum bisa cerita, tetapi ingat Bang jika menurut Abang berbohong untuk suatu kebaikan okelah," sahut Ayu yang masih belum puas atas jawaban dari suaminya itu. "Sekarang senyum dong, senyum itu ibadah loh," ucapnya lagi. "Iya Bang, nih udah senyum," sahutnya.
10119.5K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 3.5K fois en tant que ayahku bukan pembohong
Read
+Librairie
Kita Saling Berbohong

Kita Saling Berbohong

balas Benedict. Sharon tergelak mendengar kalimat itu. “Jadi, hanya karena masalah sepele ini kau mencap diriku sebagai pembohong?” tanya Sharon memajukan tubuhnya. Benedict terdiam, membiarkan senyum kecil Sharon terbit sedang mengejeknya. “Apa kau tidak ingat kalau kau juga mengajakku untuk berbohong, Pak Pengacara?”
2.0K VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 76 fois en tant que ayahku bukan pembohong
Read
+Librairie
Pesan Nyasar Dari Sahabatku

Pesan Nyasar Dari Sahabatku

Merasa bahwa keadaan sudah bisa kuputar balik dan sekarang akulah yang memegang kembali. “Tidak. Aku yakin, ibuku yang benar. Selama ini, Ibu tidak pernah bohong kepada kami! Kalianlah yang pembohong!” (Bersambung)
10119.7K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 2.9K fois en tant que ayahku bukan pembohong
Read
+Librairie
Suamiku Bukan Abang Ojol Biasa

Suamiku Bukan Abang Ojol Biasa

“Iya, Mbak. Bohong. Orang tua saya itu dipanggil Emak sama Abah. Enggak ada panggilan Mommy-Daddy segala. Aduh, serius deh, Mbak. Maaf banget tadi saya cuma iseng, pengin tahu gimana rasanya berpura-pura jadi orang kaya sebentar. Tapi saya sadar kok, hidup saya ya seperti ini adanya, Mbak.” Aku memandangnya lekat-lekat, mencoba mencari tanda-tanda apakah dia sedang berbohong lagi. Tapi tatapannya kali ini tulus, tanpa keraguan sedikit pun. “Kamu yakin, Putra? Jangan sampai nanti kamu bikin pengakuan aneh lagi!” ucapku tegas, meski ada nada lega dalam suaraku.
106.9K VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 277 fois en tant que ayahku bukan pembohong
Read
+Librairie
Dernier
1
...
34567
...
10
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status