KELAMBU MERAH JAMBU
Ciaaat, ciaaat, ciaaattt!
Aku nggak percaya. Apapun yang dia katakan aku nggak akan percaya. Ada ya, pembohong yang kata-katanya benar? Nggak, kan? Oke, mungkin dia mau mengatakan tentang sesuatu yang penting tapi jujur, aku nggak bisa begitu saja mempercayainya. Nggak. Nggak. Nggak. Jangankan percaya, mendengarkan pun aku nggak mau. Ya ampuuun! Memangnya, selama ini dia pernah berbicara jujur? Nggak, kan? I am Detective ANA am not I? Kalaupun aku bersikap baik, mengalah dan mengerti itu karena tuntutan penyamaran. Nggak lebih.
"Nggak, nggak usah diomongin sekarang!" sergahku masih emosional, "Besok aja diomonginnya, aku capek. Ngantuk, mau tidur!"
Sikat na Kabanata