NODA PERNIKAHAN
“Masuklah, ayah mencarimu untuk menanyakan data-data pribadimu agar besok pagi tak ada hambatan saat akad nikah.”
Pagi yang syahdu, di dalam ruangan rawat inap rumah sakit, akhirnya aku mengucapkan ikrar ijab kabul pada wanita yang selama bertahun-tahun kudambakan, Alana Larasati Binti Muhammad Suryadi. Ayah Alana sendiri yang langsung yang menjadi wali nikah, dengan dihadiri penghulu dan beberapa orang saksi serta beberapa kerabat terdekat Alana. Aku sendiri meminta 2 orang kerabat jauh dari ibuku yang kebetulan memang tinggal di Bandung untuk menjadi saksiku.