OBSESI BARA
tanya Bara kembali, membuat Barez menghela nafas pelan.
"Tidak ada, aku ke sini hanya sedang pemeriksaan kaki. Dan nyatanya ... tetap sama." Barez menunduk sayu, menatap kakinya yang tidak bisa digerakan itu.
Bara, Laila terdiam—menatap pada kaki Barez.
"Maafkan aku Barez... " Bara berjongkok, menatap dalam Barez. Ada raut penyesalan saat ini. Kelumpuhan Barez jelas karena dirinya.