Pembantuku di Atas Ranjang Suamiku
bisikku lagi, tanpa melepas genggaman juga pandangan.
Tubuh Ibu masih terlihat menegang. Napasnya hanya tinggal di kerongkongan, akan tetapi Tuhan tidak jua melepas jiwanya dari raga. Aku sungguh tidak tega melihat Ibu tersiksa seperti itu.
"Sebaiknya Bapak ambil Al-Qur'an, baca surat yasin supaya Allah memudahkan jalan Ibu," titah suster Sarah.
Aku menelan saliva dengan susah payah. Membaca Alquran? Surat yasin? Entah kapan terakhir aku membuka mushaf dan membacanya, dan seluruh lafadz-nya sudah tidak ada yang aku ingat sama sekali.