Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
de'Nearos: Menggadaikan Masa Muda untuk Perdamaian Dunia

de'Nearos: Menggadaikan Masa Muda untuk Perdamaian Dunia

Gadis itu bergegas mencari ruangan dengan nomor 57 tergantung di pintunya. Di ruang kelas yang luas itu, terdapat sekitar 40 siswa yang sudah mengisi nyaris seluruh kursi di kelas. Netra Raquel memindai kursi yang kosong sampai ia menemukan sesosok gadis bersurai merah di sudut kelas. Kursi di sebelahnya kosong! Kebetulan sekali. “Permisi, apa aku boleh duduk di sini?”
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai background ruang kelas
Baca
+Pustaka
The Evil Soul's Twin

The Evil Soul's Twin

"Mari nak." Dengan ragu-ragu, Ray melangkahkan kakinya memasuki kelas yang sangat luas. Ray mengedarkan pandangannya takjub melihat hiasan yang ditempel di dinding kelas yang dicat dengan warna putih susu. Saking kagumnya, Ray sampai tak menyadari kalau dirinya sudah berdiri di depan siswa yang menatap aneh ke arahnya.
106.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 139 kali sebagai background ruang kelas
Baca
+Pustaka
Attack of Playboy

Attack of Playboy

Anak laki-laki cerewet. Ruangan kelas A berjurusan Pemburu Roh dengan interior mewah memukau pandanganku. Ya, aku memilih satu kelas dengan Levin karena memang aku harus selalu menempel dengannya, dia tambatanku satu-satunya, tidak. Tepatnya dia memang harus bertanggung jawab atas hidupku sekarang. Meja dan kursi yang disediakan untuk kapasitas 1-20 orang, maksudku para roh. Bangku diskusi berbentuk lingkaran sempurna dengan membiarkan sebuah ruang di tengahnya. Cukup masuk akal mereka mendekornya dengan gaya seperti ini, bisa kubayangkan betapa hilir mudiknya roh-roh yang malas berjalan dan lebih memilih terbang. Belum lagi, banyak praktek yang harus dipelajari untuk menjadi bangsa Cakrawal
7.53.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 121 kali sebagai background ruang kelas
Baca
+Pustaka
THE FRAPPUCINO MURDER

THE FRAPPUCINO MURDER

NARASI IRIS Senin, 25 Agustus 1980/14 Tahun Kelas berikutnya seharusnya akan segera dimulai, tapi aku masih belum melihat batang hidung si pengajar. Jadi aku putuskan untuk berjalan-jalan sebentar. Di sini, di lantai dua, ada lima kamar—dua di antaranya difungsikan sebagai ruang kelasku, yang dipisahkan oleh sebuah ruang besar dengan langit-langit tinggi. Ruang besar itu memiliki beberapa sofa nyaman yang menghadap ke jendela-jendela besar.
3.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai background ruang kelas
Baca
+Pustaka
Maukah Kau Menemaniku Pergi Ke Dunia Dongeng?

Maukah Kau Menemaniku Pergi Ke Dunia Dongeng?

Apel, Lola, Lulu, dan Lala lah yang pertama kali dipanggil, baru setelah itu murid lainnya. Mereka masuk mengikuti pengajar itu. Ruangan di balik pintu itu adalah sebuah ruangan yang sangat luas dan indah yang dipenuhi oleh kursi panjang dengan meja melengkung. Disetiap meja itu terdapat sebuah kertas dilengkapi dengan pena bulu dan botol tinta berwarna hitam. Mereka duduk, sayangnya Lola, Lulu, dan Lala duduk secara terpisah. Entahlah, mungkin agar mereka tidak saling bekerja sama?
559 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai background ruang kelas
Baca
+Pustaka
Booking Terakhir

Booking Terakhir

"UNTUK KELUAR DARI RUANGAN INI, TEMUKAN SATU INGATAN YANG PALING INGIN KAMU LUPAKAN." KLIK. Pintu kelas terkunci. Raka hanya berdiri sendirian tanpa Naya, Mira, Dito serta Sera. Pandangannya menyapu seluruh isi di ruang kelas tua itu. Ada papan tulis hitam, meja kayu kusam dan jendela jendela besar yang memperlihatkan gelapnya langit malam di luar sana. Namun yang paling mengganggu dan mengusik perasaan adalah suasana ruangan itu sangatlah familiar karena Raka mengenalnya dengan teramat baik.
10529 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 11 kali sebagai background ruang kelas
Baca
+Pustaka
Dosenku, Musuhku, Suamiku

Dosenku, Musuhku, Suamiku

Seperti koran kemarin yang berakhir menjadi pembungkus gorengan, rasa penasaran mahasiswa terhadap hidupnya sudah menguap. ​Seorang senior yang berpapasan dengannya hanya mengangguk sopan lalu kembali tertawa dengan temannya. Sekelompok mahasiswi di bangku taman bahkan tidak menoleh saat ia lewat. Vivi merasakan kelegaan. ​Vivi mendorong pintu ruang kelas. Ruangan itu besar, bertingkat dengan kursi-kursi merah marun yang berjejer melengkung. Kelas masih setengah kosong.
108.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 344 kali sebagai background ruang kelas
Baca
+Pustaka
Ada cinta di dalam kelas

Ada cinta di dalam kelas

Angga ingin menciptakan situasi di mana ia bisa berbicara dengan Syifa tanpa gangguan. Saat Syifa tiba di kelas, ia terkejut melihat hanya ada Angga yang berada di dalam ruangan. Langit-langit ruang kelas yang biasanya penuh dengan kegembiraan dan tawa, kini tampak kosong dan hening. Rasa tidak nyaman segera menyelimutinya. Ia memutuskan untuk perlahan mundur dan keluar dari kelas, berharap untuk menghindari situasi yang tidak diinginkan.
979 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai background ruang kelas
Baca
+Pustaka
Pengantin Pengganti Untuk Tuan Excel

Pengantin Pengganti Untuk Tuan Excel

Setelah menyelesaikan sesi orientasi yang diisi dengan pengenalan fasilitas kampus dan penjelasan tentang jadwal kuliah, Nur pun memasuki ruang kelas pertama. Suasana di dalam kelas cukup ramai dengan mahasiswa baru yang sibuk mencari tempat duduk. Nur mencari tempat yang nyaman di bagian tengah ruangan, berharap bisa melihat papan tulis dengan jelas. Tiba-tiba, pintu kelas terbuka dan seorang pria masuk dengan langkah yang tenang, mengenakan jas lab putih dan kacamata yang menambah kesan serius di wajahnya.
102.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 97 kali sebagai background ruang kelas
Baca
+Pustaka
Terpaksa Menikahi Musuhku

Terpaksa Menikahi Musuhku

Anak akselerasi seperti Julie, kelasnya pun berada di gedung yang terpisah dengan kelas 1, 2, dan 3. Di gedung itu hanya ada empat ruang kelas untuk kelas IPS, empat ruang kelas untuk kelas IPA, dua laboratorium, satu ruang audio, dan satu ruang baca. “Ngapain kamu sendirian di sini? Kok nggak sama Suri dan Candy?” cecar Ipang. “Karena yang punya perlu sama… kamu….” Julie berusaha meredakan kegugupannya. “Cuma aku. Jadi aku cuma sendiri ke sini.”
3.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 135 kali sebagai background ruang kelas
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status