Hati Seorang Perempuan (Indonesia)
"Pukul gue lagi, Bang! Pukul yang kenceng. Biar rasa panas terbakar gue ini bisa sedikit teredam. Pukul gue lagi, Bang! Pukul yang kerass! Arghhhhh panas !panas!"
Badai menggeliat-geliat sambil berteriak kepanasan. Sekujur tubuhnya memerah dan terus menerus mengeluarkan keringat. Badai juga terus menerus mengaruk-garuk tubuhnya sendiri dengan membabi buta. Seolah-olah ada sesuatu yang gatal, tetapi tidak tahu ada di bagian yang mana. Penampakan kejantanannya yang begitu tegang dengan bibirnya yang terus menerus mendesah-desah seolah-olah sedang kepedasan, mulai sedikit memberi petunjuk pada Sabda.