Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
TERPAKSA MENIKAHI KEKASIH PUTRAKU

TERPAKSA MENIKAHI KEKASIH PUTRAKU

Rangga menajamkan sorot matanya ke arah bintang dan rembulan, lalu bertanya, “Bintang, anggotamu begitu banyak dan sinarmu membuat langit menjadi indah. Begitu banyak yang mengagumimu. Tapi, saat aku hanya menginginkan satu darimu, kau tak mengijinkanku memilikimu. Aku tak menginginkan lebih. Tolong, sisakan satu untukku yang bisa menghiasi malam indahku” “Bulan, kau pun bersinar dengan terang, bahkan tanpa pamrih tetap menyinari indahnya alam bumi. Tanpa peduli kau letih, kau tak bahagia, tapi kau terus memenuhi tuntutan dari makhluk yang ada di dunia ini. Tapi mengapa, saat kau ingin bahagia, tak ada yang pernah mau memikirkan kebahagiaanmu. Adilkah ini untukmu, bulan? Akupun sama sepertim
13.7K viewsCompletedAdded to Library 396 Times as bagai pungguk merindukan bulan
Read
+Library
Pendekar Sinting dari Laut Selatan

Pendekar Sinting dari Laut Selatan

Tanpa bicara dia menunjuk ke langit-langit tempat ke arah lubang menganga yang menembus ke bagian puncak bukit Induk. Tak mengerti maksud isyarat Bocah itu. Angon Luwak dongakkan kepala menatap ke arah yang sama. Angon Luwak terkesima begitu melihat ada cahaya kuning keemasan menembus masuk melalui lubang yang gelap. Ini merupakan pertanda bulan purnama mulai berada di titik tertingginya "Purnama telah sejajar dengan kepala kita. Apalagi yang kita tunggu?" Tanya pemuda itu dengan perasaan cemas jantung berdebar.
98.9K viewsOngoingAdded to Library 186 Times as bagai pungguk merindukan bulan
Read
+Library
Kalau Cinta Jangan Gengsi

Kalau Cinta Jangan Gengsi

panggil Bulan dengan suara parau, khas bangun tidur. Langit menatap intens wajah Bulan, menarik dagu Bulan lalu memagut dan bibir ranum milik istrinya. Sejenak Bulan mulai terjebak dalam kenikmatan menjanjikan yang diberikan Langit hingga dia kehabisan nafas. Alam sadarnya berusaha mengingatkan dirinya. Bahwa dia harus terlepas dari keindahan semu yang diberikan Langit padanya. “Langit.”
3.7K viewsCompletedAdded to Library 103 Times as bagai pungguk merindukan bulan
Read
+Library
MENIKAH DENGAN PACAR SAHABAT

MENIKAH DENGAN PACAR SAHABAT

Gegas beliau membekap mulutnya, lantas kami menangis pelan. Senyap. Lama kami menikmati deraian rindu, tanpa suara. "Kau, kah itu, Bulan?" lirih suara bapak mengalun. Mungkin menyadari kehadiran anak pembawa kekacauan ini.
1039.5K viewsCompletedAdded to Library 1.2K Times as bagai pungguk merindukan bulan
Read
+Library
ISTRI KECIL SANG KAISAR

ISTRI KECIL SANG KAISAR

Di wajahnya, cahaya bulan memantul lembut, menyingkap kerinduan yang tak terucap. Langit malam terbentang luas, dihiasi bulan purnama yang menggantung tenang di antara bintang-bintang redup. Di dalam kamar kecil yang remang, Xiu Jie duduk bersandar di ambang jendela, matanya menatap langit dengan tatapan kosong. "Apakah bulan di sini dengan zamanku sama-sama bulat?" gumamnya pelan, seolah bertanya pada dirinya sendiri. Suaranya nyaris tenggelam oleh desir angin yang menyusup lewat celah dinding kayu.
1038.2K viewsCompletedAdded to Library 801 Times as bagai pungguk merindukan bulan
Read
+Library
BUKIT TENGKORAK

BUKIT TENGKORAK

Bulan tak minat untuk bergabung, ia justru melanjutkan pencarian Angkasa. “Datok Panglima, datanglah, datanglah, cucumu menyediakan darah dan daging untuk disantap.” Gading memanggil sekutunya untuk menepati janji. Angin ribut mulai datang, bahkan kerudung Bulan mulai terbang menyambar-nyambar. Sekuat tenaga gadis itu menahannya. Ia berlarian dan memegang pohon saking kencangnya angin yang bertiup.
103.4K viewsCompletedAdded to Library 117 Times as bagai pungguk merindukan bulan
Read
+Library
Bunga Gugur, Rindu Pun Usai

Bunga Gugur, Rindu Pun Usai

Namun, aku bisa melihat urat di punggung tangan ayahku menegang, wajahnya menggelap seakan-akan ingin langsung menangkap Nathan dan memukulinya saat itu juga. Ibuku mengelus kepalaku dengan lembut dan menghiburku. "Sudahlah, sekarang kita sudah pulang, jangan pikirkan lagi hal-hal menyebalkan itu. Cuma kalung berlian saja, besok Ibu belikan beberapa lagi, biar kamu bisa ganti-ganti setiap hari." Rasa sesak di dada karena mengingat masa lalu perlahan memudar. Aku pun tersenyum di tengah tangis, akhirnya aku bisa tidur nyenyak malam itu.
22.7K viewsCompletedAdded to Library 885 Times as bagai pungguk merindukan bulan
Read
+Library
Kembalinya Sang Penguasa Dengan Sistem

Kembalinya Sang Penguasa Dengan Sistem

Bulan purnama muncul perlahan di atas awan, pucat, bulat, dan seakan mengawasi setiap langkah manusia di bawahnya. Cahaya bulan memantul pada mata Feng Longwei yang masih menyisakan rona emas. Malam terasa sunyi, namun sunyi yang membawa firasat buruk. “Malam ini…” ujarnya lirih, “sepertinya akan menjadi malam yang panjang.”
1016.2K viewsOngoingAdded to Library 614 Times as bagai pungguk merindukan bulan
Read
+Library
Duke Dirian, Nyonya Ingin Bercerai!

Duke Dirian, Nyonya Ingin Bercerai!

Semua mata tertuju padanya. “Dan yang dia maksud dengan menyentuh gunung,” Lamina mengangkat tangannya sedikit, menggambarkan lengkungan samar di udara, “adalah saat bayangan bulan terpantul sempurna di permukaan danau. Ketika bulan berada di titik paling rendah di langit, cukup rendah hingga pantulannya seolah menyentuh bayangan pegunungan di air.” Keheningan itu berubah menjadi tekanan. Seolah udara di ruangan menjadi lebih berat, lebih kental.
9.6416.5K viewsCompletedAdded to Library 12.1K Times as bagai pungguk merindukan bulan
Show Reviews (86)
Read
+Library
Raisaa
akhirnya tamat juga Dirian, kakak kakak pembaca engga ngomel lagi ya kapan tamatnya heheheh terimaksih banyak atas dukungan dan perhatiannya untuk cerita ini. sampai jumpa dicerita saya yang lain ya hehehe...
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Read All Reviews
JERAT CINTA JURAGAN TUA

JERAT CINTA JURAGAN TUA

Hujan di bulan ini, seolah menari-nari dari atas langit. Gemuruh petir yang sesekali terdengar, bagai denting piano yang mengalunkan sajak duka. Alma mengusap air mata yang tak sengaja jatuh dari netra sendunya. Sejauh ini perjalanan takdir membawanya pada muara luka yang seolah tak ada tepiannya. "Melamun, Nduk? Kenapa nggak dimakan singkongnya?"
101.5K viewsOngoingAdded to Library 52 Times as bagai pungguk merindukan bulan
Read
+Library
PREV
123456
...
8
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status