Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
kubalas hinaan mertua dan iparku

kubalas hinaan mertua dan iparku

Kata ibu degan wajah marah nya "Ibu lupa ya tadi sore kan ibu sendiri yang mengusir mas rendi dan mbak reva", kata laila mengingatkan ibunya "Astagaa iya ibu lupa, jadi ini bagaimana laila sementara ibu sudah laper", jawab ibu sambil memegang perutnya yang sudah berbunyi "Yaudah bentar laila pesan makanan saja bu", kata laila
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai bahasa bali nya ibu
Baca
+Pustaka
Suami Wasiat Sahabatku

Suami Wasiat Sahabatku

Aku berlari hendak mencapainya, tapi ibu malah membalikkan badan berjalan menjauh. "Ibuk. Ibuk mau kemana?" teriakku dengan berderai air mata. Ibu menoleh. "Ibuk mau pulang, Nduk. Jaga cucu ibuk yang paling cantik itu ya. Ibuk udah sempat menggendongnya tadi. Ibuk memanggilnya Nala." "Aku pengen ikut ibuk." "Jangan," teriaknya. "Ini belum saatnya kamu ikut. Kembalilah... anakmu masih butuh kamu sebagai ibuk."
1010.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 345 kali sebagai bahasa bali nya ibu
Baca
+Pustaka
Ibu Susu Anak Keponakanku

Ibu Susu Anak Keponakanku

"Bu... Arka, apakah belum datang?" Wajah sang ibu terlihat berubah. Awalnya ia terlihat ceria menceritakan banyak hal, tapi sekarang seperti orang yang membenci sesuatu. Kemudian ia melihat wajah ayahnya, tak jauh beda. Keduanya mirip jika ada hal yang tidak disukai. Rindu pun menghela napas. "Ada apa sih?" tanyanya. "Lebih baik, kamu ikut ke kampung aja. Gak usah jadi Ibu Susunya anak Arka."
105.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 237 kali sebagai bahasa bali nya ibu
Baca
+Pustaka
Dalam Rengkuhan Hasrat Kakak Ipar

Dalam Rengkuhan Hasrat Kakak Ipar

"Bi Ijah, minggir! Saya suaminya. Saya harus memastikan keadaan Ibu Lily dengan mata kepala saya sendiri!" "Ibu tidak mau bertemu Bapak!" potong Bi Ijah, suaranya naik satu nada karena kalut. "Tadi saat Ibu siuman sebentar, beliau langsung bertanya apakah Bapak ada di sini. Begitu tahu Bapak sedang dalam perjalanan dari Bali, Ibu histeris, Pak. Ibu bilang kalau sampai Bapak masuk ke ruangan ini, Ibu lebih baik pulang sekarang juga meski kondisinya masih sangat lemah."
9.7286.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 9.2K kali sebagai bahasa bali nya ibu
Baca
+Pustaka
Terpaksa Menikahi Istri Gendut

Terpaksa Menikahi Istri Gendut

Bapak menimpali ucapan ibu. "Tuh, dengerin kata bapakmu, Dhil." Duh, kalau bapak yang berucap kenapa aku seperti kalah telak saja rasanya. "Tapi, Bu..." Ucapku menggantung karena ibu sudah memotongnya. "Sudahlah, ibu hanya ingin bermantukan seorang Amira saja. Tidak ada yang lain." "Amira siapa Bu?" Adik bungsuku ikutan nimbrung.
1012.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 450 kali sebagai bahasa bali nya ibu
Baca
+Pustaka
Dark White

Dark White

Meski Bella kasar dan tidak sopan, tapi ia juga bisa begitu lemah jika dihadapkan dengan mamanya. “Aku bahkan tidak peduli apa yang putriku inginkan.” Wanita itu menghela nafas berat lalu menunduk. Kasih sayang yang sesungguhnya tidak akan pernah bisa diucapkan dengan kata-kata. Kalimat “Aku sayang ibu” menjadi kalimat yang paling ingin diucapkan semau anak namun juga paling sulit untuk dikeluarkan. Begitu pula dengan Bella, saking sulitnya ia belum pernah mengatakan itu bahkan pada ibunya sendiri, yang keluar hanya air mata setiap kali ia ingin mengatakan itu.
105.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 125 kali sebagai bahasa bali nya ibu
Baca
+Pustaka
Ternoda sebelum Malam Pertama

Ternoda sebelum Malam Pertama

Apa Ibu bergadang? "Ya, sudah. Li tidurlah. Ingat pesan Ibu, jangan terperdaya oleh sikap Fay, dan lekaslah pulang ke Indonesia. Assalamualaikum." "Waalaikumsalam," jawabku pelan. Ucapan Ibu seolah terpatri dalam ingatan, kalimatnya sama persis yang Shinta ucapkan dulu padaku. Hari itu ia berlari terengah menghampiri. "Li ... Lo harus tau seperti apa Fay!"
1023.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 717 kali sebagai bahasa bali nya ibu
Baca
+Pustaka
HADIAH MUKENA DARI IBU

HADIAH MUKENA DARI IBU

Hasbi merengek meminta diambilkan nasi. “Sudah lewat Maghrib, nanti Mbak terlambat lagi,” ucapku kesal dan masih hampir menangis. Tak berapa lama Ibu keluar kamar dan menyodorkan mukena lusuh yang setengah basah. “Ibu tadi gak lap muka, ya? Ini basah,” protesku sambil berurai air mata. “Sudah lama, dibuat basah pula,” kataku lagi menggerutu.
1019.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 422 kali sebagai bahasa bali nya ibu
Baca
+Pustaka
Cinta Satu Malam dengan Berondong

Cinta Satu Malam dengan Berondong

“Iya, tapi kamu pasti nggak mau kan?” Padma menghela napasnya. “Aku… masih belum kepikiran, Bun. Tapi rasanya aku masih lebih ingin ke Bali.” “Di Bali nggak ada siapa-siapa lho, Sayang.” Ibu Catra mengusap lengan Padma dengan lembut. “Di sini kan ada Bunda, Mama, Papa, Ayah, Arsa, Mili, Daiva, Khandra—tuh, Bunda absen semua. Kalau di Bali, kamu sendirian. Mama sama Bunda mau ikut, nggak kamu bolehin.”
6.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 153 kali sebagai bahasa bali nya ibu
Baca
+Pustaka
Malam Pernikahan Yang Terenggut

Malam Pernikahan Yang Terenggut

Tak seharusnya ia menahannya sendiri tanpa berbagi pada orang lain, termasuk ibunya. "Nadiya baik-baik saja, Bu. Alhamdulillah Nadiya senang dengan jalan-jalannya kemarin. Itu kali pertama Nadiya menginjakkan kaki di Pulau Bali," jawab Nadiya sambil berusaha menyeka air matanya, menahan sesak yang mulai merangsek keluar menuntut haknya untuk dilampiaskan. Bibir yang semula bungkam, kini mendadak lancar berbicara. Ia merasa kembali mendapatkan hidupnya setelah melihat sang ibu ada di hadapannya.
5.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 167 kali sebagai bahasa bali nya ibu
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status