Dekapan Hangat Om Dokter
Dan suara di luar menjadi latar yang perlahan mengecil dan Senja tak mendengarnyua lagi.
***
Pagi itu, suasana di ruang makan cukup tenang, Senja masih terus menguap karena ia harus bangun tengah malam untuk membersihkan diri dan belajar. Entah sampai jam berapa.
“Kamu masih nguap aja, Nja. Bukankah semalam tidur awal?” Kenzo meraih susuk di gelas, lalu meminumnya perlahan.
“Semalam aku bangun lagi, karena aku belum selesai belajarnya.”