Malam Pertama Si Gadis Desa
"Eh, i—iya, Bu. Besok aku beresin barang-barangnya. Makasih sudah ngasih tau."
"Oke kalau gitu, Ibu turun, ya. Udah malam, kamu juga tidur. Calon pengantin gak boleh begadang," Ujarnya meledek, aku hanya tersenyum menanggapi.
Tak lama setelah Ibu keluar, pria yang ku panggil Kakak itu masuk. Sebenarnya tak pantas aku memanggilnya Kaka, aku kan orang Sunda, dia juga turunan Sunda. Harusnya aku memanggilnya Aa dong, iya kan?