Istri Ke-4 Tuan Tanah
Sumi berdiri, dia juga pergi ke kamarnya.
Mbok Jum hanya terkekeh, tak takut sedikit pun dengan intimidasi dari Sumi, dia segera ke dapur, dan mengumpulkan semua pelayan perempuan dan kepala pelayan lelaki di dapur. “Lusa ada tamu, jadi kita harus menjamu dengan baik tamu aden Prapto. Makan dengan baik, menjamu seramah mungkin, dan kita mengenakan kebaya dan surjan kebesaran berwarna biru, bros, serta cucuk. Aku tidak menerima ...apa lagi mengampuni satu pelayan pun, jika sampai melakukan kesalahan, paham?” ucap mbok Jum tegas.
“Inggih, Mbok Jum.” Jawab semua pelayan serentak. Menyisakan satu pelayan yang menjadi gugup karena kehilangan apa yang harusnya dia kenakan besok.