Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Bukan Bunga Bakung

Bukan Bunga Bakung

ucap Maryamah kembali membuka pembicaraan. “Wuih, betul mba. Di kita biasa dikenal dengan Bakung kan mba ya? Itu bunga kesayangan kedua orang tuaku mba,” Diandra mencoba mengkonfirmasi bunga Lili yang disebutkan Maryamah sebagai bunga Bakung. “Iya Di. Bunga cantik ini di Jakarta biasa dikenal sebagai bunga Bakung. Selain itu, varian bunga ini juga banyak betul dan hampir semuanya cantik-cantik,” tambah Maryamah menjelaskan.
882 DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai bakar bakaran
Baca
+Pustaka
PESONA SUAMIKU YANG TAK PERNAH MEMILIHKU

PESONA SUAMIKU YANG TAK PERNAH MEMILIHKU

sambungnya. Pria itu menunduk sejenak lalu mengenalkan diri. "Halo, Nyonya Kue. Saya Bakar tanpa abu apalagi kayu ... just Bakar," katanya tersenyum sambil memamerkan giginya. Wafa memutar bola mata malas, asprinya kumat lagi. Sementara Qale senyam senyum mendengar ucapan Bakar. "Hai, Pak Bakar ... Jus bakar itu dari buah apa saja?" jawab Qale menggantung senyumnya.
103.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 117 kali sebagai bakar bakaran
Baca
+Pustaka
Tersesat Di Dunia Pendekar

Tersesat Di Dunia Pendekar

Raka semakin jengkel. "Apa kau tidak punya cara untuk membuka mulutnya?! Aku ingin sekali membakar kadal ini hingga matang sempurna!" Rara Kencana menginjaknya berkali-kali. "Kadal panggang itu sangat enak, tapi iblis kadal yang dibakar, kurasa rasanya seperti neraka, baunya seperti dosa," sindir Raka sambil memikirkan beberapa opsi barang untuk digunakan.
1010.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 357 kali sebagai bakar bakaran
Baca
+Pustaka
Bareksa

Bareksa

Nenek bilang bahwa banyak kenangan yang harus diingat dan rahasia yang harus diungkap, oleh Nala sendiri. Sudah dua tahun Nenek meninggal dunia, tapi ayah Nala baru memberitahukan wasiat itu enam bulan yang lalu, setelah Nala lulus SMP. Awalnya Nala tidak siap menerima warisan ini, namun ada hal lain yang memaksa Nala agar segera pindah dan memenuhi wasiat Nenek. Ini mengenai jati dirinya. Bahwa ia bukan manusia biasa, melainkan seorang Bareksa. Sebuah kaum yang memiliki kekuatan khusus, untuk melindungi daerah tempat mereka tinggal.
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai bakar bakaran
Baca
+Pustaka
Pendekar Iblis (Warisan Iblis Tanduk Api)

Pendekar Iblis (Warisan Iblis Tanduk Api)

Pangeran Baka yang masih berada di tahap awal Ranah Keabadian harus sangat berhati-hati. Pangeran Baka berkelit saat Sengkapura menerjang ke arahnya. Namun Sengkapura tahu arah dia menghindar. Dengan menginjak kan kaki kirinya ke lantai, tubuhnya yang lentur terlihat melompat ke udara dan dari mulutnya dia semburkan tiga bola api besar. "Makan Api Pembakar Jagat milikku ini!" teriak Sengkapura.
1010.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 344 kali sebagai bakar bakaran
Baca
+Pustaka
Lima Suami Buas Itu Tak Ingin Melepaskanku!

Lima Suami Buas Itu Tak Ingin Melepaskanku!

"Bakar dia sampai jadi abu! Jangan sisakan sedikit pun!" "Gargan akan bakar!" balas Gargantua buas. Bara api berwarna hitam legam adalah api pemusnah murni—mulai berkumpul berputar di kedalaman tenggorokan Gargantua. 'Destroyer murni dengan damage area tak terbatas. Sial! Kombinasi monster-monster ini terlalu sempurna!' kagum Vania. [TUAN RUMAH! CEGAT GARGANTUA SEKARANG!]
107.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 287 kali sebagai bakar bakaran
Baca
+Pustaka
Martabak Setan

Martabak Setan

Martabak Setan Part 24 : Ulah Fitri “Yes, akhirnya dua orang bodoh itu terlelap juga!” gumam Fitri dengan sambil menarik tas ranselnya, lalu mengeluarkan berbagai perlengkapan untuk ritualnya. Fitri mulai mengelilingi tenda dengan membawa dupa dan menyebarkan asapnya ke sekeliling, lalu membakar kemenyan dan melakukan ritual pemanggilan arwah kegelapan.
1014.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 531 kali sebagai bakar bakaran
Baca
+Pustaka
Penguasa Pedang

Penguasa Pedang

img:first-child]:pt-0 *:[img:first-child]:rounded-t-xl *:[img:last-child]:rounded-b-xl shadow rounded-md ring-1 ring-foreground/20 fix-size fix-edge chapter-theme" data-slot="card" data-size="default" data-variant="default"> Sebuah kekuatan elemen api yang dahsyat, membawa aroma barbekyu yang menyengat, memenuhi udara dan menerjang Lin Xuan seperti binatang buas yang berapi-api.
108.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 312 kali sebagai bakar bakaran
Baca
+Pustaka
Miliknya Di Antara Dua Dunia

Miliknya Di Antara Dua Dunia

--- Kael: Api yang Ingin Menjadi Kata Kael memekik, tubuhnya retak seperti cermin yang ditampar badai. Bara di dadanya menjelma aksara merah, terbang melayang, lalu menempel di tubuh para bayangan. Setiap yang tersentuh berubah menjadi huruf terbakar, tapi dari abu itu lahir kalimat-kalimat baru—cacat, patah, liar. “HAHAHA! Kalau kau lahir dari kata yang hilang, maka biarkan aku jadi kebakaran yang menelan huruf-huruf itu!”
101.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai bakar bakaran
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status