Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kakakku Bukan Kakakku

Kakakku Bukan Kakakku

Aku terkejut dan seluruh tubuhku gemetar, bakso di mulutku berjatuhan keluar, tanpa sadar aku mengatupkan kedua kakiku dan bahkan mengerang karena terlalu sensitif. Kakakku menyadarinya dan menatapku dengan khawatir. Aku tersipu dan gemetar, "Nggak apa-apa, baksonya terlalu panas." Kaki itu bergerak liar dalam kegelapan, rasa gatal yang tak tertahankan menyerangku. Aku berpegangan erat pada kaki meja, berusaha menahannya tapi seluruh tubuhku masih gemetar, akhirnya aku benaran kehilangan kendali.
12.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 347 kali sebagai bakar bakaran
Baca
+Pustaka
ISTRI LUGU MANDOR TAMPAN

ISTRI LUGU MANDOR TAMPAN

“Apa kamu tidak punya lingerie dan semacamnya?” “Apa?” Aku mengernyit, kembali tak paham dengan apa yang dikatakan suamiku. Dari tadi, sudah beberapa kosakata asing yang kupelajari dari Mas Bara. Mulai dari heater; alat pemanas air yang otomatis keluar dari kran, bathrobe; jubah mandi yang tadi ia gunakan, hingga kini ... Lingerie. “Kamu juga tidak tahu apa itu lingerie?’
9.664.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.6K kali sebagai bakar bakaran
Baca
+Pustaka
Di Ujung Perpisahan

Di Ujung Perpisahan

Ucapnya datar. Indah mendelik tak suka. "Aku harus mengurangi makanan hasil bakar, mas." "Kenapa?" "Karsinogenik." "Ah.. aku pernah mendengar istilah itu. Jadi, bagaimana? Mau ku buang saja?" "Jangan." Jawab Indah tersendat. "Taruh saja disana." Ryan meletakkan bungkusan tersebut ke atas nakas dan mengambil peralatan kerjanya.
1051.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai bakar bakaran
Baca
+Pustaka
Bukan Bunga Bakung

Bukan Bunga Bakung

ucap Maryamah kembali membuka pembicaraan. “Wuih, betul mba. Di kita biasa dikenal dengan Bakung kan mba ya? Itu bunga kesayangan kedua orang tuaku mba,” Diandra mencoba mengkonfirmasi bunga Lili yang disebutkan Maryamah sebagai bunga Bakung. “Iya Di. Bunga cantik ini di Jakarta biasa dikenal sebagai bunga Bakung. Selain itu, varian bunga ini juga banyak betul dan hampir semuanya cantik-cantik,” tambah Maryamah menjelaskan.
992 DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai bakar bakaran
Baca
+Pustaka
PESONA SUAMIKU YANG TAK PERNAH MEMILIHKU

PESONA SUAMIKU YANG TAK PERNAH MEMILIHKU

sambungnya. Pria itu menunduk sejenak lalu mengenalkan diri. "Halo, Nyonya Kue. Saya Bakar tanpa abu apalagi kayu ... just Bakar," katanya tersenyum sambil memamerkan giginya. Wafa memutar bola mata malas, asprinya kumat lagi. Sementara Qale senyam senyum mendengar ucapan Bakar. "Hai, Pak Bakar ... Jus bakar itu dari buah apa saja?" jawab Qale menggantung senyumnya.
103.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 126 kali sebagai bakar bakaran
Baca
+Pustaka
Tersesat Di Dunia Pendekar

Tersesat Di Dunia Pendekar

Ia mencium ada aroma seperti bakaran dari arah mulut gua. Raka merangkak dan melihat ada daging bakar tepat di depan matanya. "Wah! Apa ini untukku?" Tanya Raka. "Iya, itu untuk Kak Raka. Kami berdua sudah menghabiskan punya kami," ucap Aji Pamungkas menatap si pemalas itu. Raka langsung merobek daging bakar itu sebagian. Ia melahap dalam-dalam setiap inchi dagingnya. Lembut, penuh dengan lemak dan juicy.
1010.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 364 kali sebagai bakar bakaran
Baca
+Pustaka
Bareksa

Bareksa

Nenek bilang bahwa banyak kenangan yang harus diingat dan rahasia yang harus diungkap, oleh Nala sendiri. Sudah dua tahun Nenek meninggal dunia, tapi ayah Nala baru memberitahukan wasiat itu enam bulan yang lalu, setelah Nala lulus SMP. Awalnya Nala tidak siap menerima warisan ini, namun ada hal lain yang memaksa Nala agar segera pindah dan memenuhi wasiat Nenek. Ini mengenai jati dirinya. Bahwa ia bukan manusia biasa, melainkan seorang Bareksa. Sebuah kaum yang memiliki kekuatan khusus, untuk melindungi daerah tempat mereka tinggal.
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai bakar bakaran
Baca
+Pustaka
Pendekar Iblis (Warisan Iblis Tanduk Api)

Pendekar Iblis (Warisan Iblis Tanduk Api)

Pangeran Baka yang masih berada di tahap awal Ranah Keabadian harus sangat berhati-hati. Pangeran Baka berkelit saat Sengkapura menerjang ke arahnya. Namun Sengkapura tahu arah dia menghindar. Dengan menginjak kan kaki kirinya ke lantai, tubuhnya yang lentur terlihat melompat ke udara dan dari mulutnya dia semburkan tiga bola api besar. "Makan Api Pembakar Jagat milikku ini!" teriak Sengkapura.
1010.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 358 kali sebagai bakar bakaran
Baca
+Pustaka
Lima Suami Buas Itu Tak Ingin Melepaskanku!

Lima Suami Buas Itu Tak Ingin Melepaskanku!

"Bakar dia sampai jadi abu! Jangan sisakan sedikit pun!" "Gargan akan bakar!" balas Gargantua buas. Bara api berwarna hitam legam adalah api pemusnah murni—mulai berkumpul berputar di kedalaman tenggorokan Gargantua. 'Destroyer murni dengan damage area tak terbatas. Sial! Kombinasi monster-monster ini terlalu sempurna!' kagum Vania. [TUAN RUMAH! CEGAT GARGANTUA SEKARANG!]
108.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 314 kali sebagai bakar bakaran
Baca
+Pustaka
Martabak Setan

Martabak Setan

Martabak Setan Part 24 : Ulah Fitri “Yes, akhirnya dua orang bodoh itu terlelap juga!” gumam Fitri dengan sambil menarik tas ranselnya, lalu mengeluarkan berbagai perlengkapan untuk ritualnya. Fitri mulai mengelilingi tenda dengan membawa dupa dan menyebarkan asapnya ke sekeliling, lalu membakar kemenyan dan melakukan ritual pemanggilan arwah kegelapan.
1014.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 536 kali sebagai bakar bakaran
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status