BUNGA ABADI
ucapku lalu mengambil piring, mengisinya dengan nasi dan memberikannya pada Paman Pram.
"Ini untuk Ayah baruku," kataku membuat Paman Pram tersenyum. Sedangkan Lingga terlihat manyun karena itu.
"Aku juga mau!" rengek Lingga.
"Baiklah, ini untuk sayangku!" ucapku sambil memberikan nasi kepada Lingga. Lingga tersenyum karena aku memanggilnya sayang.
"Paman, ikan bakar ini terlihat sangat enak, kamu harus mencobanya," ucapku memberi Paman Pram potongan ikat bakar lalu kutambah dengan tumis kangkung. Lingga kembali melihat dengan sinis.