Pendekar Pedang Tengkorak
Kuahnya berwarna keemasan, dimasak dengan kunyit, serai, lengkuas, daun kemangi, dan sedikit perasan asam.
Disampingnya terdapat sepiring nasi hangat.
Sederhana, namun bagi Catra, aroma itu bukan sekadar makanan, itu adalah masa kecil.
Mbok Darmi meletakkan mangkuk tersebut di atas meja.
“Maaf.”
Catra mengangkat kepala.
“Hm?”
“Hanya ini yang bisa kami buat.”
“Tidak apa-apa.”
“Bukan makanan mewah.”