Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dokter Tampan Pemikat Wanita

Dokter Tampan Pemikat Wanita

tembak Caca langsung begitu kami tiba di kafe lantai dasar gedung paviliun tanpa memesan. Sofa melingkar yang kami tempati tersamarkan dari jalan masuk karena dinding partisi ruangan di belakang. Konsepnya mirip dengan kafe dalam sekali bayar, tetapi tidak ada yang kami nikmati kali ini selain ketegangan. "Bisa ditunda sampai kesehatannya benar-benar pulih?" Enggak mungkin minta Aya mikir berat apalagi mengenai masa depan anak-anak kami ketika dia sendiri sedang berada dalam masa pemulihan.
1015.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 506 kali sebagai bangku dan meja cafe
Baca
+Pustaka
Berondong Posesifku

Berondong Posesifku

Mama Vezy mengangkat tangan lalu seorang pelayan mendekat. Vezy memilih mengedarkan pandang. Melihat interior kafe yang dikelilingi dengan kaca tetapi agak buram di bagian pertengahan ke bawah. Dia lalu melihat meja bundar dengan nomor di bagian tengah serta kursi dengan sandaran bundar. Sepertinya, Vezy akan datang ke tempat ini lagi, bersama pasangannya kelak. "Kenapa? Udah kepikiran ngajak cewek ke sini?"
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai bangku dan meja cafe
Baca
+Pustaka
Terperangkap Pesona Pria yang Kukira Lumpuh

Terperangkap Pesona Pria yang Kukira Lumpuh

Meskipun di siang hari keduanya sangat sibuk, tetapi mereka akan selalu menyempatkan waktu malam sebagai waktu mereka untuk berpacaran. Tubuh Anna yang sudah sehat membuatnya sudah bisa berjalan-jalan keluar rumah. Seperti hari ini, dia memilih untuk bekerja dari kafe. Tetapi cafe yang dia datangi kali ini bukanlah cafe biasa. Cafe ini merupakan rekomendasi dari ibu mertuanya supaya bisa bekerja dengan nyaman tanpa ada gangguan. Cafe di tempat ini memiliki banyak sekali bangku dengan partisi di setiap mejanya. Membuat para pengunjung yang menginginkan privasi lebih tetapi masih tetap di keramaian, tetap bisa menikmatinya.
1046.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 925 kali sebagai bangku dan meja cafe
Baca
+Pustaka
What the hell, Tetangga!

What the hell, Tetangga!

jawab Jane jujur. Dan Theo tidak bisa tahan untuk tidak menoleh. Kening lelaki itu mengerut halus. “Bisnis apa?” Jane mengangkat bahu sekilas. “Café, maybe.” “Kedengarannya bagus. Persiapannya sudah sejauh apa?” Theo bertanya lagi sembari mengangguk. “Belum banyak, minggu depan baru mau survei tempat.” Jane sudah melihat-lihat katalog ikea untuk bangku dan meja, namun mama Ratna bilang lebih baik pesan pada pengrajin kayu saja. Untuk barista Jane bisa handle itu, lalu supplier biji kopi Jane juga sudah ada.
9.9181.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.8K kali sebagai bangku dan meja cafe
Tampilkan Ulasan (50)
Baca
+Pustaka
Esteifa
makasih banget buat temen-temen yang udah mau koreksi di kolom komentar, baru liat ternyata banyak banget typo, salah nama, double ketik dll. what the hell Tetangga lagi revisi biar yang baca tambah nyaman *-* terimakasih.
LeeJaeWook13
cerita bagusss bangettt, gak banyak drama lebih ke slice of life, tapi tetap ada bumbu manisnyaa, konflik nya ringan tapi deep banget, suka bangettt intinya, btw aku masih belum rela mereka selesai huhu. Di tunggu next project nyaa. Fighting author
Baca Semua Ulasan
Pesan Nyasar Dari Sahabatku

Pesan Nyasar Dari Sahabatku

Hanya Allah yang kuasa untuk memberikan anak-anak kurang ajar itu pelajaran, batinku. Setibanya di kedai kopi yang juga menjual donat dan pastry itu, kami memilih untuk duduk di pojok ruangan. Bang Tama memilih bangku panjang dengan sandaran dan dudukan empuk. Bangku itu menyatu dengan dinding. Di depannya ada meja panjang dan di seberang meja tersebut ada bangku besi yang panjangnya pas dengan meja. Bang Tama menyuruhku dan Mbak Sherly untuk duduk di bangku yang empuk. Sementara itu, dia dan ketiga anaknya duduk di bangku besi. Masih muat, meski badan Bang Tama lumayan jumbo.
10119.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.7K kali sebagai bangku dan meja cafe
Baca
+Pustaka
Pembohong yang Sempurna

Pembohong yang Sempurna

Beny’s Books & Coffee. Sebuah papan nama terpampang jelas di depan ruko berlantai tiga tak jauh dari kampus Nyla. Sebuah gambar buku terbuka di samping secangkir kopi melengkapi tampilan papan nama yang membentang sepanjang dua meter. Itulah tempat usaha yang diberikan Robi untuk Bela, toko buku sekaligus mini kafe dengan nama yang jelas dipaksakan, tapi itulah pilihan Robi dan Bela tidak bisa bernegosiasi untuk hal itu. Semuanya sudah satu paket.
1010.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 248 kali sebagai bangku dan meja cafe
Baca
+Pustaka
Perempuan Masa Lalu Suamiku

Perempuan Masa Lalu Suamiku

Keduanya berjalan cepat menuju ruang depan Omah Lowo yang difungsikan sebagai kafe. Satya mengganjur napas melihat kafe yang terlihat berantakan. Meja kursi berserakan dengan posisi terbalik. Pecahan gelas dan cangkir berhamburan di lantai dekat coffee bar sementara bunga-bunga plastik dan foto-foto di dinding juga bertebaran di lantai.
10105.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.5K kali sebagai bangku dan meja cafe
Baca
+Pustaka
Balada Cinta Duda Belanda

Balada Cinta Duda Belanda

tanya Meita sambil menunjukkan cafe yang terletak di samping rumahnya. "Kayaknya lebih seru di luar aja, kali ya," jawab Alexa. Meita pun mengarahkan ke samping rumahnya yang merupakan area cafe tamannya, yang di desain lesehan dan sebagian lagi dengan meja dan kursi, serta dihiasi dengan lampion berwarna-warni yang bergantungan di sekelilingnya. "Yuk disini aja," tunjuk Meita pada sebuah carpet dengan bantal-bantal besar
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 95 kali sebagai bangku dan meja cafe
Baca
+Pustaka
Cinta Ipar Duda

Cinta Ipar Duda

Bab 19 Ternyata Kafe dengan desain alam, di mana di sisi halamannya disulap menjadi taman bunga indah bak pagelaran resepsi taman, dengan susunan meja yang diapit dua bangku dengan bahan dasar kayu. Di beberapa tempat terdapat pohon-pohon rindang. Lokasi nyaman bagi penikmat keromantisan.
1087.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai bangku dan meja cafe
Baca
+Pustaka
Berbagi Luka

Berbagi Luka

Sara sedikit berjinjit untuk melihat sisi dalam ruangan menyerupai cafe, yang kata kakak pemandu adalah lab bagi para mahasiswa program studi pariwisata. Mari kita sebut saja kalau itu memang merupakan cafe sungguhan, bukan lab. Jadi, dalam cafe tersebut disusun kursi-kursi dan meja-meja kayu yang kemudian menimbulkan kesan tenang. Lalu, dindingnya berwarna kuning dengan hiasan beberapa stiker hitam dengan motifnya masing-masing. Lampu dalam cafe tersebut pun terkesan begitu menambah kesan ketenangan di dalamnya. Itu merupakan sebuah bohlam dengan cahayanya yang jingga redup. Entah baterainya yang sudah mau habis, atau memang modelnya seperti itu, yang jelas semuanya jadi terlihat sangat ten
3.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai bangku dan meja cafe
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status