Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Mulai Sekarang, Aku Tak Menanti Lagi

Mulai Sekarang, Aku Tak Menanti Lagi

Negara Anira? Begitu mendengar kata "Negara Anira", Yoga langsung merasa sangat gembira. Kakinya secara refleks melangkah keluar. Namun, baru berlari beberapa langkah, dia langsung berhenti dan dengan cepat menenangkan diri. Tidak bisa, dia belum bisa pergi sekarang. "Kak Yoga, masih ada tiket pesawat ke Negara Anira sekarang. Mau kami bantu pesankan penerbangan yang paling cepat?"
9.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 266 kali sebagai bangun sekarang
Baca
+Pustaka
Sekarang, Giliranku!

Sekarang, Giliranku!

"Aku sadar, kalau aku terus diam, dunia tidak akan pernah berhenti menginjak-injakku. Jadi, aku belajar untuk lebih berani!" Yaya menghela napas panjang, sorot matanya menyiratkan kelegaan sekaligus kebingungan. "Aku bangga, sungguh. Kamu keren banget tadi," gumam Yaya, meski alisnya tetap bertaut. "Tapi, kenapa mereka harus muncul sekarang sih? Mood kita jadi berantakan gara-gara antek-antek Luna itu."
10845 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18 kali sebagai bangun sekarang
Baca
+Pustaka
Satu Malam dengan Raja Naga

Satu Malam dengan Raja Naga

“Karena kita percaya bahwa tembok membatasi bukan hanya bahaya, tapi juga kemungkinan untuk saling menemukan.” “Lalu apa yang akan kita lakukan?” suara itu datang dari seseorang di kerumunan. “Diam dan berharap mereka tidak datang?” “Bukankah lebih baik membangun pagar sekarang, sebelum yang mereka bawa menghancurkan semua ini?” Renai melangkah maju. “Tapi jika kita mulai membangun pagar, kita juga mulai memilih siapa yang boleh masuk…
102.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai bangun sekarang
Baca
+Pustaka
Tukang Pijat Tampan

Tukang Pijat Tampan

"Makasih, Kak." Vera menambahkan sambil menuangkan saus ke sate kambingnya. "Terus tadi pagi sampai siang, kami sibuk ngurus pembelian bangunan. Makanya ini baru aja kami sampai di rumah…” Clara mengerutkan kening dengan penasaran. "Bangunan? Bangunan apa?" Adit menyeka mulutnya dengan tisu sebelum menjawab. "Bangunan dua tingkat di dekat pasar sentral. Lumayan strategis lokasinya."
10599.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22.8K kali sebagai bangun sekarang
Baca
+Pustaka
Booking Terakhir

Booking Terakhir

lalu pria tua itu menunjuk ke pintu ketujuh, “…dibangun!” Raka berpikir keras. Dibangun, bukan tumbuh, bukan muncul, tapi dibangun, seperti seseorang merancang kemudian menciptakannya dan seseorang itu disebut dengan arsitek… Tiba tiba terdengar suara lonceng. DONG! DONG! DONG! Tiga kali!
10573 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18 kali sebagai bangun sekarang
Baca
+Pustaka
Pernikahan Penuh Luka

Pernikahan Penuh Luka

Di antara dua detak kecil yang terus bertumbuh dan satu kakak yang belajar berbagi, kami tidak hanya membangun masa depan. Kami sedang menguatkan pondasi rumah kami sendiri.
102.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai bangun sekarang
Baca
+Pustaka
Mahligai Abu dan Berlian

Mahligai Abu dan Berlian

“Kita membangun mahligai versi kita sendiri.” “Batu bata demi batu bata.” Gerakannya seperti sedang menumpuk sesuatu. “Sampai akhirnya berdiri kokoh.”
3.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai bangun sekarang
Baca
+Pustaka
Cinta Berbalut Dendam

Cinta Berbalut Dendam

pake emoji senyum. “Secepatnya yaaa…!” Radin kemudian menulis lagi nanti di sambung lagi, karena dia kini sedang melihat pembangunan Mushalla yang makin mendekati selesai dan kini terlihat bagus dan lebih luas dari sebelumnya.
1012.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 437 kali sebagai bangun sekarang
Baca
+Pustaka
Cinta Hilang Kembali Pulang

Cinta Hilang Kembali Pulang

Hihi Ayo, kita lanjut di bab berikutnya. Jangan lupa berikan review yang membangun untuk Author.
1020.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 664 kali sebagai bangun sekarang
Baca
+Pustaka
Gairah Cinta CEO dan Peramalnya

Gairah Cinta CEO dan Peramalnya

Hari Keempat Puluh Satu: Menciptakan Ruang Aman. Pagi ini, Anya dan peserta kelas “Bangkit dari Kehilangan” berkumpul di aula kayu yang hangat, penuh cahaya pagi. Tema hari ini adalah: “Menciptakan Ruang Aman untuk Diri”. Hari ini, fokusnya bukan pada pola masa lalu, tapi pada bagaimana membangun fondasi baru: rasa aman dan nyaman dalam diri sendiri.
102.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai bangun sekarang
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status