Selubung Memori
Berkat Reila, aku bisa tertidur sampai jam sarapan. Mungkin salah satu yang membuat tidurku terganggu, adalah karena aku terlalu banyak memendam.
Masalahnya, aku terlelap di sofa. Dan semua beban di kepalaku tidak hilang. Begitu terbangun, aku merasa segar, tetapi hanya sedikit. Kepalaku masih kelewat berat seolah sesuatu yang mengganjal itu tidak hilang dengan tidur. Ketika mataku terpejam, aku bisa melihat bercak hitam kehampaan di mataku seolah itu jauh lebih gelap dari kegelapan mana pun. Bercak itu bergerak, membuat mataku bergetar—dan setiap mataku terpejam, itu memaksa mataku terbuka. Reila berhasil membuat bercak itu tidak terlalu terasa membara dengan caranya, dan dalam waktu yang t
Hot Chapters