Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tetangga Aneh!

Tetangga Aneh!

Byur! Suara gemercik air di toilet kamar. Aku tersentak dan langsung bersembunyi di kolong tempat tidur, dan bergeser ke pojokan. Hingga mendapat posisi yang tepat, aman, dan tak mungkin ketahuan. Drrrttt! Ponsel Mas Tedy bergetar lama, sepertinya ada panggilan masuk.
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 104 kali sebagai bar terdekat dari sini
Baca
+Pustaka
Biarlah Kita Berakhir di Sini

Biarlah Kita Berakhir di Sini

Aaron menyeka darah di sudut mulutnya, menatap Berg yang terus menenangkan Seline dengan suara pelan, melangkah pergi dengan cepat. Tiba-tiba dia berkata, "Setahuku yang paling dekat dari sini adalah bagian radiologi. Berg, siapa di keluargamu yang sedang sakit?" Bayangan punggung tegap itu membeku sejenak. Berg mencibir dengan nada dingin. "Bukan urusanmu."
39.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 940 kali sebagai bar terdekat dari sini
Baca
+Pustaka
Tetangga Masa Gitu

Tetangga Masa Gitu

Ismi memilih membahas hal lain saat melihat Luna yang salah tingkah. Luna menggelengkan kepalanya “Nuri harus temani masnya dibandingkan aku. Aku nggak masalah sama itu.” “Aku hanya tanya bukan persoalan yang perlu dibahas panjang, lagian tinggal jalan sudah sampai.” “Mentang-mentang calonnya tetangga sendiri.” Risa menyindir dengan memberikan tatapan menggoda yang semakin membuat Luna mengerucutkan bibirnya.
2.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 97 kali sebagai bar terdekat dari sini
Baca
+Pustaka
Alverez

Alverez

Ia mengenali nada suara Adrian yang jarang sekali terdengar seperti itu—panik, mendesak, dan penuh ketakutan. "Kau di mana tepatnya?" Bara bertanya, nada suaranya tetap tenang meskipun pikirannya mulai menyusun kemungkinan buruk. "Jalan Salma, dekat gang sempit di belakang kafe tua itu. Aku tidak punya banyak waktu, Bara. Jika kau masih menganggapku teman, datanglah sekarang."
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai bar terdekat dari sini
Baca
+Pustaka
Kenikmatan Bertiga

Kenikmatan Bertiga

Itu adalah suara Kakak. "Aku pergi sebentar karena ada urusan pekerjaan, satu jam lagi aku pulang." Lalu pintu depan terdengar berdentum tertutup dan terkunci. Apakah dia sedang bicara padaku? Aku terbangun dengan tenggorokan kering kerontang. Baru teringat kalau sore tadi aku terlalu sibuk mengintip sampai lupa minum. Aku pun segera memakai celana dalam, lalu berjalan ke ruang tamu untuk meminum segelas air es. Pikiranku mulai jernih kembali.
16.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 517 kali sebagai bar terdekat dari sini
Baca
+Pustaka
Booking Terakhir

Booking Terakhir

Lampu menyala terang, papan jadwal elektronik masih hidup, bahkan terdengar suara pengumuman yang sudah lazim terdengar sehari hari, "Kereta tujuan Akhir Jalur akan tiba dalam tiga menit." Naya langsung merinding. "Kenapa gue lebih takut sama tempat yang kelihatan normal dibanding monster?" Raka melihat papan nama stasiun. STASIUN TERMINAL Tidak ada nama kota dan tidak ada petunjuk arah seolah ini adalah pemberhentian terakhir untuk sesuatu.
10530 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 12 kali sebagai bar terdekat dari sini
Baca
+Pustaka
Pesona Tuan Majikan Yang Luar Biasa

Pesona Tuan Majikan Yang Luar Biasa

"Apotek terdekat kan cuma sepuluh menit dari sini." Dewa menatap wajah polos Mentari yang dipenuhi kepanikan tulus. Pria tegap itu tak sanggup membantah lagi ketegasan gadis di depannya. Hatinya berdesir hangat melihat kepedulian Mentari yang tak main-main. "Ya sudah! Hati-hati di jalan, Tari," bisik Dewa pasrah, kelopak matanya yang berat mulai tak sanggup bertahan akibat efek suntikan dokter. "Jangan ngebut!"
104.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 89 kali sebagai bar terdekat dari sini
Baca
+Pustaka
Masih Ada Waktu

Masih Ada Waktu

Sasya bingung, kepalanya sangat pusing, kakinya sangat berat untuk sekadar melangkah. Sasya hanya bisa berdoa di dalam hati, memohon keselamatan kepada Sang Pencipta. Sasya memejamkan matanya sambil menangis sesenggukan. Motor itu semakin mendekat, hanya sekitar 100 meter lagi siap menabraknya. Tin, tin! Tin, tin! Brugh!
107.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 207 kali sebagai bar terdekat dari sini
Baca
+Pustaka
JODOH SEJAK DALAM KANDUNGAN

JODOH SEJAK DALAM KANDUNGAN

Ia melenggang masuk ke rumah. Baiklah, tak apa, hitung-hitung jalan-jalan untuk menghilangkan suntuk. "Bang, konter terdekat di sini di mana ya?" tanyaku pada seseorang yang sedang duduk di atas motor, di pinggir jalan. " Neng jalan saja lurus, nanti ketemu pertigaan, Neng belok saja ke kanan, terus lurus lagi, ketemu perempatan belok kiri, cari saja dekat situ, Neng,"
3.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 100 kali sebagai bar terdekat dari sini
Baca
+Pustaka
Terpaksa Menikahi Istri Gendut

Terpaksa Menikahi Istri Gendut

"Dimana itu bu letaknya?" "Nggak jauh dari sini mas. Sekitar lima ratusan meter lah. Nanti belok ke kiri aja mas. Di kiri jalan ya mas." Fadhil mengangguk paham. Ia mengucapkan terima kasih kemudian melajukan sepedanya kembali. Ia mengayuh dengan semangat. Namun kedai itu sudah sepi pembeli. "Mang, mau martabak mininya dong. Lima ya mang rasa coklat."
1012.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 397 kali sebagai bar terdekat dari sini
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status