Kehidupan Kedua : Terbangun Di Tubuh Putri Kerajaan
Nawang menatap setiap gerakannya dengan cermat, dadanya terasa berdebar tanpa tahu mengapa.
Tak lama, Ki Penjawi kembali membawa sebuah kotak kecil berukir rumit, dilapisi kain sutra. Ia meletakkannya di atas meja kayu, membuka perlahan, dan di dalamnya tampak sebuah liontin batu hijau yang berpendar lembut.
“Ini adalah Batu Prawira Sukma,” ucap Ki Penjawi perlahan, penuh hormat.
“Pusaka ini adalah peninggalan leluhurmu dari masa Majapahit, yang telah kami jaga turun-temurun, Gusti Rara. Ambillah, Gusti.”