Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
DiaLangit

DiaLangit

Cowok itu jelas melihat gadis yang berdiri dihadapannya itu beberapa kali menghela napas panjang. "Makasih," ujar Eriska akhirnya. "Sama-sama. Lo, masuk gih, nggak baik angin malem buat kesehatan," balas Langit dengan senyum tulusnya. Eriska kembali menganggukkan kepalanya dan segera melangkah ke tempat kosnya.
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 90 kali sebagai bawah langit
Baca
+Pustaka
Dendam Kuntilanak Merah

Dendam Kuntilanak Merah

Kemudian mereka mempercepat langkah di bawah naungan langit yang masih menyisakan sedikit semburat jingga. ~AA~
106.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 225 kali sebagai bawah langit
Baca
+Pustaka
Dendam Sang Pewaris Leluhur

Dendam Sang Pewaris Leluhur

“Kak! Ada apa?” Ratna menatap ke langit. Awan bergulung-gulung, seolah membentuk pusaran besar di kejauhan. Di sana, arah Lembah Utara, cahaya biru yang selama ini bersinar kini meredup perlahan. “Dia...” Ratna berbisik lirih, suaranya hampir tak terdengar. “Arga...” Ki Baskara menatap ke arah yang sama, wajahnya menegang.
101.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai bawah langit
Baca
+Pustaka
Sky and Earth

Sky and Earth

Percikan hujan yang terbentur lantai membasahi celana bahan yang ia kenakan. Seharusnya matahari sedang menyinari bumi dari titik tertingginya. Tapi entah kenapa sekarang ia bersembunyi. Seolah sedang menyelaraskan keadaan dengan perempuan yang sedang bertahan di depan toko buah tersebut. Dia rasa dia akan cukup lama menunggu hujan reda. Jadi, seseorang yang sudah perempuan itu janjikan sebuah kedatangan harus mendapatkan kabar keterlambatan.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai bawah langit
Baca
+Pustaka
Diary Langit

Diary Langit

Jawab Arun sambil tersenyum. “Ok maaf, aku hanya kasihan saja padamu, tapi Thanks ya.” “Hahaha....., it's okey . Iya sama-sama,” jawab Arun. Mobil melaju menyusuri Jalan Diponegoro. Melewati Museum Geologi dan Radio RRI. Malam menyelimuti Kota Bandung. Separuh langit tertutup awan. Sisanya dihiasi kerlipan bintang-bintang berpadu dengan gemerlap lampu kota. Bandung yang memesona.
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 90 kali sebagai bawah langit
Baca
+Pustaka
Jimat Tali Mayat

Jimat Tali Mayat

JIMAT TALI MAYAT Written by David Khanz Bagian 27 ---------- o0o ---------- Rintik hujan masih turun mengepul di udara. Memberi nuansa dingin menyelimuti di sepanjang langkah Basri menuruni terjal jalanan tanah dari lereng Gunung Halimun. Langit sebelah barat kian mengelabu di antara bentangan sempurna sekumpulan awan di sana menutupi sinar mentari penutup hari. Sejenak lelaki itu melirik jam di tangan. Telah menunjukkan waktu hampir pukul lima petang.
8.512.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 449 kali sebagai bawah langit
Baca
+Pustaka
Geger Kahyangan

Geger Kahyangan

Di tatap terus menerus membuat Bara sedikit jengah. "Lebih baik jaga matamu agar tidak menjadi bencana." kata Bara lalu dirinya menatap ke arah kota Lasha yang ada di bawah sana. Dia melihat puluhan sinar biru dari atas langit yang turun memasuki kota.
8.962.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai bawah langit
Baca
+Pustaka
QI ABADI : Kebangkitan Wu Xuan

QI ABADI : Kebangkitan Wu Xuan

Senja menggantung di langit barat, memandikan puncak Gunung Bintang Purba dengan cahaya keemasan yang suram. Langit tampak tenang, namun lapisan Qi yang bergolak di bawahnya seperti menyembunyikan pusaran badai yang akan datang.
104.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 177 kali sebagai bawah langit
Baca
+Pustaka
Kaisar Tunduk Padaku

Kaisar Tunduk Padaku

Langit barat membakar dirinya sendiri saat matahari terbenam. Jingga dan merah jambu menari di cakrawala, seolah-olah surga sedang membuka tirainya untuk menyambut sesuatu yang agung. Di balik bukit berbatu, seekor burung gagak terbang rendah. Ia membawa kabar, atau kutukan. Dan di bawah langit itu, Li Qianru berdiri di ujung jembatan kayu yang menyeberangi sungai tua di luar kota barat. Hanya ada angin, air, dan harap yang rapuh seperti kaca.
929 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai bawah langit
Baca
+Pustaka
Feng Huang - Kitab 3: Pedang Surga

Feng Huang - Kitab 3: Pedang Surga

Dangmudo Basa akhirnya tiba di salah satu puncak yang lebih rendah daripada lainnya di sisi selatan Bukit Tigapuluh. Mereka berenam seolah memindai kawasan tanah landai di bawah perbukitan tersebut. Pemandangan di sana cukup elok dengan sebuah sungai besar yang melintas di hamparan hijau di bawah. Kirat memandangi sang mentari yang telah condong ke arah barat. Dia menghela napas lebih dalam. “Sepertinya,” ucapnya dengan kembali memandang pada semua orang, “si Mata Malaikat tidak kembali ke bukit ini.”
108.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 202 kali sebagai bawah langit
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status