Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pena Ajaib

Pena Ajaib

lirih Ocin berbicara dengan bayangannya. "Kau membicarakanku, ya?" tanya seseorang yang berada dalam salah satu ruang WC paling dekat dengan wastafel. Sontak hal tersebut membuat Ocin terkejut. Rupanya dia tidak sendirian di toilet yang lumayan besar itu. Terlebih lagi, orang itu menggunakan kata ganti 'aku' yang menandakan dia adalah orang yang sedang Ocin bicarakan yakni Joe. Benar saja, saat orang tersebut keluar dari WC, Ocin tahu persis dia Joe.
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 90 kali sebagai bawel
Baca
+Pustaka
Patah

Patah

Terkejut. Dua kata. Kami terkejut. Tiga kata. Kami sangat terkejut. Keterkejutan yang membuat tubuh-tubuh mereka terpental ke depan. Jaya bahkan menyemburkan isi mulutnya. Lalu terbatuk-batuk hebat. Dia harus mengatur sendiri saluran pencernaan dan pernapasannya yang tertukar jalan karena Nayara sibuk dengan berita itu.
1028.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 835 kali sebagai bawel
Baca
+Pustaka
GAYATRI

GAYATRI

Istilah Jawanyabiasa di sebut dengan biodo bagi wanita dan nyinoman bagi pria. Kini, kedua anak manusia itu. Gayatridan Ustaz Haikal tengah dirundung kebahagiaan yang tak bisa diungkapkan dengan aksara.Mereka hanya tersenyum sendiri menghadapi hari esok yang akan datang.
103.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 103 kali sebagai bawel
Baca
+Pustaka
Broken

Broken

ujar Reina sedikit kesal. “Sorry, sorry. Habisnya lo ngapain masukin tanah ke mulut lo?” ucap Yandi dibarengi tawanya. “Kan gue masih kecil. Mana gue tahu kalau itu bukan cokelat. Habisnya bentuknya tuh bulat, mirip banget sama jajanan yang isinya cokelat yang sering gue makan,” jawab Reina cemberut.
1013.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 528 kali sebagai bawel
Baca
+Pustaka
MATE

MATE

Aku tidak tau apa yang terjadi, tapi tubuhku terasa sulit untuk digerakkan. “Baumu ... sama persis dengan bau yang menempel di tubuh mateku,” desis pria itu diantara leher dan telingaku, sukses membuat tubuhku bergetar dan napasku tercekat. Tidak pernah sekalipun aku merasakan aura mengintimidasi yang begitu kuat seperti yang dikeluarkan pria ini.
109.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 313 kali sebagai bawel
Baca
+Pustaka
PAWANA

PAWANA

Aku malah ingin tertawa melihat bunda seperti itu. "Enggak bun, pizza ini temen Kayra yang beliin. Namanya Naufal. Sebenernya temen Alin sih, Kayra baru kenal sama dia," jelasku. Bunda yang mendengarnya tersenyum sumringah. Nggak tau sih itu senyum senang atau ngejek.
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai bawel
Baca
+Pustaka
Dewa

Dewa

balas Dewa dengan nada datar. Dia memejamkan matanya. Chika mengamati sosok sahabatnya kini. Tubuh kusam bau apek. Wajah pucat pasi. Mulut kering dengan rambut acak-acakan. Tadi juga sewaktu jalan dia pincang. "Kamu habis jatuh, Wa?" simpati Chika.
9.97.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 153 kali sebagai bawel
Baca
+Pustaka
BETVIEL

BETVIEL

"Ada banyak hal yang anda maksud. Jadi, tepatnya apa?" "Fo ... Fo ... Foun ... Fountain? Foundry? Foun ... Apa sebenarnya nama benda itu?!" Tiba-tiba Rezvan jadi marah-marah sendiri. Kenan jadi bingung. Mengapa lelaki itu cepat sekali kesal? "Maksud anda foundation, Pak?" Rezvan menjentikkan dua jarinya. "Iya, itu! Susah sekali menyebutkannya."
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai bawel
Baca
+Pustaka
Wolfsbane

Wolfsbane

Mungkin saja dia adalah agen budak yang lain, bukan? "Kau tidak perlu takut. Namaku Fritz. Anggota Wolfsbane." Mendengar kata Wolfsbane seketika membuat bocah itu terduduk. Wolfsbane adalah masalah serius di negara ini. Kenapa ia sekarang justru berada di sarang mereka? "Jangan khawatir. Yang punya racun hanya Elaine." "Apa maksudmu, Fritz?"
8.94.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 151 kali sebagai bawel
Baca
+Pustaka
Mata Batin

Mata Batin

Bara Sang Pengembara Bab 14 Sang Raja terbatuk-batuk mengeluarkan cairan hijau dari mulutnya. Uhk! Uhk! "Saatnya pembalasanku!" ucap Bara lantang. Membuka mata perlahan. Bola mata Bara berubah menjadi merah. Merasakan kekuatan lain dalam tubuh. Tangan terangkat. Sebuah bola kecil keluar dari telapak tangan, berputar-putar kencang.
1019.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 637 kali sebagai bawel
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12345
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status