GODAAN PRA NIKAH
ucapku
Mei menatapku lekat, matanya yang sudah penuh riasan hampir meneteskan air mata. Cepat-cepat tangannya mengelap dengan tisu sebelum berhambur jatuh kepipi. Kami berpelukan sambil menahan tangis masing-maning. Aku menghela nafas, mencoba melonggarkan dada agar tak sesak oleh perasaan sedih. Mei pergi meninggalkan meja rias, ia bersiap ketempat akad. Wajahnya begitu ayu dengan riasan adat jawa. Badannya yang tinggi ditambah kebaya puntih menambah kesan ramping, dipadukan kain jarik dengan motif batik berwarna coklat. Langkahnya anggun menarik perhatian setiap orang yang dilewatinya.
Mendadak hatiku trenyuh, andai aku yang tengah memakai kebaya itu. Andai pernikahanku tidak gagal, dan ma
Bab Populer