Anomali Dunia Darma
Hatiku tak terima mendengar akhir dari cerita, “Mengapa dia tidak membenci suaminya saja? Bukankah jalan itu lebih mudah? Dia tidak harus kehilangan dirinya, dan yang paling penting, dia tidak harus meninggalkan anaknya.”
Putih dan hitam adu pukul di papan catur. Pertukaran demi pertukaran, hitam mulai melakukan serangan balik. Putih, pion-pionku kewalahan, bidak caturku berguguran dengan waktu yang singkat.
“Bukankah aku sudah bilang, cinta adalah awal dari kebinasahan diri kita. Bundaku sudah binasah sebanyak, tiga kali.”
“Tunggu, apa kau bilang tadi? Bundamu?”
Hot Chapters